Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ECONOMY & FINANCE

TikTok Bantah Rumor Penutupan Tokopedia Diganti TikTok Shop

×

TikTok Bantah Rumor Penutupan Tokopedia Diganti TikTok Shop

Sebarkan artikel ini
TikTok, aplikasi paling populer di dunia. (Foto: Pinterest)
toplegal

TOPMEDIA – Platform media sosial TikTok secara resmi membantah spekulasi liar yang menyebutkan bahwa aplikasi e-commerce Tokopedia akan segera ditutup. Isu ini sempat memicu kegaduhan di jagat maya, mengingat posisi Tokopedia sebagai salah satu pionir ekonomi digital di Indonesia.

Pihak TikTok menegaskan bahwa integrasi antara kedua platform tersebut tidak bertujuan untuk mematikan salah satu entitas, melainkan untuk memperkuat ekosistem perdagangan digital di tanah air.

HALAL BERKAH

Dalam keterangan resmi yang diterima Antara pada Jumat (6/2), juru bicara TikTok menyatakan bahwa kabar mengenai penghapusan aplikasi Tokopedia sepenuhnya tidak berdasar. Sebaliknya, investasi pada platform tersebut dipastikan akan terus berlanjut.

“Kami mendengar rumor mengenai masa depan Tokopedia. Rumor tersebut tidak benar. Kami terus berinvestasi di Tokopedia dan Indonesia,” ujar juru bicara tersebut.

Baca Juga:  Tingkatkan Pelayanan, Pertamina Merger Tiga Anak Usahanya

Pihak manajemen menambahkan bahwa saat ini fokus utama perusahaan adalah meningkatkan pengalaman pengguna dan memastikan layanan Tokopedia tetap beroperasi secara penuh tanpa gangguan bagi para penjual maupun pembeli.

Kabar burung ini pertama kali mencuat melalui unggahan akun @ecommurz di platform X pada Kamis (29/1). Akun yang kerap membocorkan informasi di industri teknologi ini menyebutkan adanya kemungkinan pemisahan aplikasi TikTok Shop dan penutupan aplikasi Tokopedia secara bertahap.

“Kabar dari teman-teman di Tokopedia, mereka akan menutup aplikasi Tokopedia dan TikTok Shop akan memiliki aplikasi terpisah sendiri,” tulis unggahan tersebut, yang segera memicu diskusi hangat di kalangan pegiat teknologi dan konsumen.

Menanggapi hal ini, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) menyatakan tidak akan tinggal diam. Meski TikTok telah mengeluarkan bantahan, BPKN akan terus memantau proses transformasi digital yang melibatkan kedua raksasa teknologi ini.

Baca Juga:  Tokopedia Ramai Diisukan Tutup, TikTok Pastikan Komitmen di Indonesia

Ketua BPKN, Mufti Mubarok, menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam melindungi hak-hak pengguna di tengah konsolidasi perusahaan besar. “Konsumen tidak boleh diam. Negara hadir melalui BPKN untuk memastikan hak-hak konsumen digital tetap terlindungi,” katanya.

Menurut dia, BPKN berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk memastikan transisi tidak merugikan pelaku UMKM. Selain itu, perlindungan data pribadi dan kejelasan layanan bagi konsumen menjadi poin utama yang diawasi.

Sejak akuisisi saham mayoritas Tokopedia oleh TikTok (GoTo), publik terus menyoroti bagaimana model bisnis kedua perusahaan ini akan melebur.

Kehadiran Tokopedia bukan sekadar aplikasi belanja, melainkan infrastruktur bagi jutaan UMKM lokal. Penutupan aplikasi secara mendadak tentu akan berdampak sistemik pada rantai pasok digital Indonesia.

Baca Juga:  Sektor Pariwisata Menyumbang Rp 232 Triliun Devisa ke Negara

Langkah TikTok untuk segera melakukan klarifikasi dinilai sebagai upaya menjaga stabilitas pasar dan kepercayaan para investor serta mitra dagang mereka di Indonesia. (*)

TEMANISHA.COM