Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
INTERNATIONAL

Thailand Berduka, Tiga Awak Kapal Mayuree Naree Tewas di Selat Hormuz

×

Thailand Berduka, Tiga Awak Kapal Mayuree Naree Tewas di Selat Hormuz

Sebarkan artikel ini
toplegal

TOPMEDIA – Pemerintah Thailand mengonfirmasi tiga warga negaranya yang bekerja sebagai awak kapal kargo Mayuree Naree meninggal dunia setelah kapal tersebut terkena serangan rudal saat melintas di Selat Hormuz.

Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, menyampaikan kabar duka itu dalam pernyataan resminya pada Rabu (8/4/2026). Ia mengatakan ketiga pelaut tersebut berada di atas kapal saat insiden terjadi dan tidak berhasil menyelamatkan diri.

HALAL BERKAH

“Dengan kesedihan mendalam, saya harus mengonfirmasi bahwa tiga pelaut Thailand yang tetap berada di atas kapal kargo Thailand Mayuree Naree, yang dihantam rudal di Selat Hormuz dan kemudian terbakar, telah meninggal dunia,” ujar Sihasak kepada wartawan.

Sementara itu, sebanyak 20 awak kapal lainnya berhasil diselamatkan setelah dievakuasi dari kapal yang terbakar. Proses penyelamatan dilakukan oleh angkatan laut Oman dengan dukungan koordinasi dari Angkatan Laut Kerajaan Thailand.

Baca Juga:  Ditunjuk sebagai Pelatih Baru Timnas U-23 untuk SEA Games 2025, Indra Targetkan Juara

Sihasak juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi penyelamatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan evakuasi para kru menjadi bukti kuatnya kerja sama diplomatik internasional di tengah situasi yang penuh ketegangan.

Insiden ini bermula pada 11 Maret lalu ketika kapal Mayuree Naree melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia. Sebuah rudal dilaporkan menghantam bagian ruang mesin kapal, lokasi tempat tiga pelaut tersebut sedang bertugas.

Akibat serangan itu, kebakaran besar terjadi di area mesin sehingga ketiganya tidak sempat keluar bersama kru lain yang lebih dulu dievakuasi.

Setelah serangan, kapal sempat hanyut hingga mendekati wilayah pantai Iran dan akhirnya kandas di sekitar salah satu pulau di negara tersebut. Tim penyelamat Iran kemudian menemukan jenazah ketiga korban di dalam kapal.

Baca Juga:  Arab Saudi Buka Akses WNA Investasi Bisnis

Di sisi lain, situasi di Selat Hormuz mulai menunjukkan perkembangan baru. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengumumkan bahwa jalur pelayaran di kawasan itu akan dibuka selama dua pekan.

“Selama dua pekan, lintasan aman di Selat Hormuz akan dimungkinkan dengan koordinasi bersama Angkatan Bersenjata Iran dan memperhatikan keterbatasan teknis,” tulis Araghchi melalui platform X.

Pengumuman tersebut muncul sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan adanya kesepakatan gencatan senjata bilateral selama dua pekan dengan Iran. Sebagai bagian dari kesepakatan itu, Teheran disebut menyetujui pembukaan kembali akses Selat Hormuz.

Selain itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menegaskan perundingan lanjutan dengan Amerika Serikat akan dimulai pada Jumat mendatang di Islamabad, Pakistan.

Baca Juga:  SEA Games 2025 Digelar di Thailand, Apa Saja Yang Diperebutkan

Beberapa poin penting yang masuk dalam kesepakatan sementara itu meliputi kendali Iran atas Selat Hormuz, pencabutan sanksi terhadap Teheran, kelanjutan program pengayaan uranium, hingga rencana penarikan pasukan AS dari kawasan Timur Tengah. (*)

TEMANISHA.COM