TOPMEDIA – Publik Malaysia bisa jadi akan semakin menjadikan Vietnam sebagai rival di sepak bola.
Fakta baru mengungkap dalam skandal naturalisasi pemain Timnas Malaysia yang mengguncang AFC. Rupanya penyelidikan terjadi setelah ada aduan dari Vietnam.
Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Jenderal AFC, Windsor Paul John, Rabu (11/2/2026). Paul menyebut investigasi AFC terjadi karena pihak Vietnam mengajukan aduan usai dikalahkan Malaysia pada kualifikasi Piala Asia 2027.
Malaysia saat itu menang telak 4-0 atas Vietnam dalam laga yang berlangsung pada 10 Juni 2025 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur.
Harimau Malaya menggunakan 7 pemain naturalisasi yang diduga memanipulasi dokumen dalam proses naturalisasinya.
Ketujuh pemain naturalisasi yang bermasalah antara lain Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.
“Karena ada protes dari Vietnam. Itu pertama kalinya kami mendapat kabar langsung dari FIFA. Setelah itu, kami menunggu investigasi yang dilakukan oleh FIFA. Biasanya investigasi dilakukan antara FAM dan FIFA,” kata Paul John, dilansir dari media Malaysia, Makan Bola.
“Setelah itu, kami mendapat kabar tentang hukuman pertama yang dijatuhkan kepada FAM terkait penggunaan 7 pemain yang dianggap tidak memenuhi syarat atau ilegal. Jadi, kami diberitahu setelah pertandingan antara Malaysia dan Vietnam,” ujarnya.
Akibat pemalsuan dokumen itu, FIFA menjatuhkan sanksi hukuman bermain selama setahun kepada 7 pemain naturalisasi Malaysia. Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) mengajukan banding dan ditolak otoritas tertinggi sepakbola dunia itu.
FAM terus memperjuangkan pemain ‘naturalisasi’ nya, kemudian mengajukan permohonan penangguhan hukuman FIFA kepada Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
CAS kemudian menangguhkan hukuman tersebut, serta mengizinkan ketujuh pemain naturalisasi Malaysia bermain lagi hingga keputusan akhir atas banding di CAS dibuat. (*)



















