Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Tembus 474 Ribu Kunjungan, Pelajar Surabaya Paling Rajin ke Perpustakaan

×

Tembus 474 Ribu Kunjungan, Pelajar Surabaya Paling Rajin ke Perpustakaan

Sebarkan artikel ini
Pelajar dan mahasiswa mendominasi kunjungan ke Perpustaakan milik Pemkot Surabaya di kompleks Balai Pemuda. (Foto: Dispusip)
toplegal

TOPMEDIA – Budaya literasi di Kota Pahlawan menunjukkan sinyal positif. Sepanjang tahun 2025, gairah warga Surabaya untuk menyambangi perpustakaan terus meningkat. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya mencatat total kunjungan mencapai 474.140 orang dengan dominasi mencolok dari kalangan pelajar.

Data tersebut membuktikan bahwa perpustakaan bukan lagi dianggap sebagai tempat yang membosankan. Transformasi layanan yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai membuahkan hasil.

HALAL BERKAH

Kepala Dispusip Kota Surabaya, Yusuf Masruh, mengungkapkan bahwa kunci dari tren positif ini adalah perluasan akses. Saat ini, warga tidak perlu jauh-jauh jika ingin membaca. Selain dua titik utama di Perpustakaan Balai Pemuda dan wilayah Rungkut, pasukan jemput bola melalui perpustakaan keliling juga terus digeber.

Baca Juga:  Gantikan Asdo Artriviyanto, Mochamad Purnomosidi Diangkat Jadi Dirut Kereta Commuter Indonesia

“Kami arahkan perpustakaan keliling ke lokasi-lokasi strategis yang dekat dengan aktivitas masyarakat. Tujuannya agar akses bacaan merata, mulai dari anak-anak hingga masyarakat umum di ruang publik,” ujar Yusuf saat ditemui, Selasa (20/1).

Jika dibedah secara angka, kontribusi pelajar sangat signifikan. Dari total kunjungan, sebanyak 370.852 di antaranya berasal dari kelompok usia sekolah. Taman Bacaan Masyarakat (TBM) menjadi primadona dengan catatan 193.158 kunjungan, disusul oleh mobil perpustakaan keliling yang sukses menggaet 138.611 pengunjung.

Sementara itu, magnet Perpustakaan Balai Pemuda tetap kuat dengan 72.148 pengunjung, diikuti Perpustakaan Rungkut (19.341 kunjungan), dan Pojok Baca Digital (1.391 kunjungan).

Yusuf menegaskan, fokus utama saat ini adalah memupuk kegemaran membaca sejak dini. Karena itu, amunisi buku anak-anak terus ditambah. Koleksi seperti dongeng dan cerita bergambar diperbanyak agar anak-anak betah berlama-lama di perpustakaan.

Baca Juga:  Pemerintah Belum Putuskan Penyesuaian Tarif PPN 2026, Ini Alasannya

“Kami ingin menanamkan budaya literasi secara berkelanjutan. Selain buku fisik, layanan digital juga kami siapkan agar akses bacaan lebih fleksibel bagi warga yang melek teknologi,” tambahnya.

Hingga tutup tahun 2025, Dispusip Surabaya mengelola total 571.852 koleksi. Jumlah tersebut mencakup 65.158 eksemplar buku cetak serta 1.902 judul e-book yang terus dimutakhirkan.

Tak berhenti di situ, Dispusip juga bakal turun gunung untuk membantu manajemen perpustakaan sekolah dan TBM di kampung-kampung. Pendampingan mulai dari pengelolaan koleksi hingga referensi buku akan diperkuat agar fasilitas literasi di level akar rumput semakin menarik.

“Strategi ke depan adalah membuat layanan yang lebih ramah dan menyenangkan, terutama bagi anak-anak. Manajemen layanan akan terus kami tata agar perpustakaan menjadi tempat yang dirindukan,” pungkas Yusuf. (*)

TEMANISHA.COM