TOPMEDIA – Kekalahan memilukan 1-5 atas Borneo FC pada pekan ke-25 BRI Super League menjadi tamparan keras bagi Persebaya Surabaya. Namun, alih-alih meratapi nasib atau menyalahkan individu, pelatih Bernardo Tavares memilih pasang badan.
Arsitek asal Portugal itu menegaskan bahwa masa jeda kompetisi selama tiga pekan menyambut Lebaran akan dimanfaatkan total untuk memoles mentalitas Bruno Moreira dkk.
Tavares sadar betul bahwa tekanan publik, terutama di media sosial, sedang memuncak. Sorotan tajam mengarah pada bek Green Force yang sempat terjatuh dan berujung pada gol keempat lawan. Namun, bagi Tavares, sepak bola bukan soal satu orang.
“Semua orang sedih, itu pasti. Tapi sekarang tugas kami adalah menganalisis kesalahan dan memperbaikinya. Kami harus menjadi tim yang jauh lebih kuat saat menjamu Persita nanti,” tegas Tavares sebagaimana dilansir dari laman resmi I-League, Sabtu (14/3/2026).
Dunia maya sempat gaduh dengan narasi kesalahan bek Persebaya. Namun, Tavares menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin yang melindungi anak asuhnya. Ia secara terbuka menolak menyalahkan pemain tersebut meski mengakui adanya human error.
Menurut mantan pelatih PSM Makassar ini, memojokkan pemain di saat kondisi tim sedang goyah justru akan menjadi bumerang.
“Gol keempat memang ada kesalahan individu karena pemain kami terjatuh. Tapi ingat, kami kalah sebagai tim. Jadi itu adalah kesalahan kolektif, bukan tanggung jawab satu orang saja,” imbuhnya dengan nada tegas.
Salah satu poin menarik dari kekalahan di Samarinda adalah pilihan Persebaya untuk tetap bermain terbuka meski sudah tertinggal jauh.
Strategi ini memang berisiko membuat skor membengkak, namun Tavares memiliki filosofi sendiri yang sangat cocok dengan semangat Wani khas Bajul Ijo.
Ia menjelaskan bahwa ada dua pilihan saat tertinggal dari lawan, yakni menyerah dan bertahan total agar tidak kebobolan lebih banyak, atau terus berjuang mencetak gol meski berisiko terkena counter attack.
“Kami memilih untuk terus menyerang. Ketika kami membuka ruang, Borneo memang kembali mencetak gol. Tapi kami tidak akan pernah memilih opsi untuk menyerah di tengah laga,” ungkap pelatih berusia 45 tahun tersebut.
Waktu libur tiga pekan ini akan menjadi masa karantina mental bagi skuad Persebaya. Tavares ingin memastikan bahwa saat kompetisi kembali bergulir pada 4 April mendatang, para pemainnya sudah melupakan trauma di Samarinda.
Laga kandang melawan Persita Tangerang di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) dipastikan akan menjadi ajang pembuktian. Dukungan Bonek dan Bonita diharapkan menjadi energi tambahan untuk mengembalikan Persebaya ke jalur kemenangan.
“Kami harus kembali ke identitas kami. Bermain di rumah sendiri (GBT), tidak ada kata lain selain tampil lebih baik dan mengamankan poin penuh,” pungkasnya. (*)



















