Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Tambang Emas Ilegal di Lombok Longsor, 3 Penambang Terluka

×

Tambang Emas Ilegal di Lombok Longsor, 3 Penambang Terluka

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi penambangan. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Sebuah penambangan ilegal di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) longsor. Beredar video yang merekam detik-detik kejadian longsor pada lubang galian tambang emas ilegal di Gunung Kongbawi, Dusun Belenje, Desa Serage, Kecamatan Praya Barat Daya, Senin (12/1/2026).

Kejadian ini menyebabkan tiga orang mengalami luka parah sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.

HALAL BERKAH

Dalam video yang diunggah oleh akun Facebook @El_Wiren_En_Tane memperlihatkan ketegangan saat kejadian.

Puluhan penambang emas ilegal itu tampak panik, mereka terlihat menghalau tanah longsor yang hendak menutup lubang yang sedang digali. Sejumlah penambang juga berhamburan keluar lubang karena panik.

Dalam video berdurasi 53 detik tersebut, terdengar teriakan warga yang di atas lubang meminta rekan-rekannya yang di dalam untuk segera naik karena tanahnya longsor.

Baca Juga:  Permintaan Lemah, Gaikindo Turunkan Target Penjualan Mobil 2025

Namun, upaya penyelamatan berlangsung cukup dramatis, mulai dari mengganjal tanah menggunakan kayu hingga tangan kosong.

Longsor semakin meluas dan situasi kian mencekam. Sejumlah penambang terus berteriak agar rekan-rekan di dalam lubang segera naik.

Yakin ruk iku malik, loek dengan to dalam. Loek. Awas-awas (Mau longsor lagi ini. Banyak di dalam, awas-awas),” ujar suara dalam video tersebut.

Sebelumnya, Kepolisian Resor (Polres) Lombok Tengah kembali menutup aktivitas tambang emas ilegal di Gunung Kongbawi, Dusun Belenje, Desa Serage, Kecamatan Praya Barat Daya, Senin.

Penutupan dilakukan menyusul terjadinya longsor di lubang galian yang mengakibatkan tiga orang penambang mengalami luka-luka.

Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Punguan Hutahaean membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mendalami peristiwa itu.

Baca Juga:  Siap-Siap Tambang Nakal Bakal Dicabut Izin dan Kena Denda Rp 6,5 Miliar

“Hari ini unit turun ke lapangan untuk mendapatkan informasi lebih lengkap,” katanya, Selasa (13/1/2026).

Punguan belum menjelaskan detail kronologi kejadian. Namun, Kapolres ini memastikan ketiga korban mengalami luka serius sehingga harus dilarikan ke Puskesmas dan rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

“Tidak ada warga meninggal. Langsung dapat pertolongan saat mencoba menambang,” tegasnya.

Ia menambahkan, aktivitas penambangan ini telah berlangsung beberapa hari terakhir.

Pihak kepolisian bahkan telah memberikan peringatan melalui pemasangan plang larangan, tapi imbauan itu tidak dihiraukan.

“Sudah ada imbauan berupa pemasangan spanduk. Namun masih ada warga yang coba-coba menambang diam,” imbuhnya. (*)

TEMANISHA.COM