TOPMEDIA – Batu ginjal kerap terbentuk tanpa disadari, bahkan bisa dipicu oleh kebiasaan harian yang terlihat sepele. Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), batu ginjal muncul ketika mineral dalam urine berada pada kadar terlalu tinggi sehingga membentuk endapan keras menyerupai kerikil di satu atau kedua ginjal. Ukurannya bervariasi, mulai sekecil butiran pasir hingga sebesar kacang polong. Dalam kasus tertentu yang jarang terjadi, ukurannya bahkan bisa jauh lebih besar.
Gejala batu ginjal biasanya berupa nyeri tajam di bagian punggung, sisi tubuh, perut bawah, atau selangkangan. Selain itu, penderita juga bisa merasakan sakit saat buang air kecil, urine tampak keruh atau berbau menyengat, hingga frekuensi buang air kecil yang meningkat.
Lantas, kebiasaan apa saja yang dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal?
1. Kurang Minum Air Putih
Asupan cairan yang tidak mencukupi menjadi salah satu pemicu utama. Dokter spesialis urologi Piruz Motamedinia menjelaskan, urine berfungsi membuang sisa metabolisme seperti garam dan mineral berlebih. Jika cairan dalam tubuh kurang, limbah tersebut tidak terencerkan dengan baik sehingga mudah membentuk kristal yang kemudian berkembang menjadi batu.
Ia menekankan pentingnya minum cukup air agar urine tetap encer. Warna urine yang kuning pekat atau cenderung oranye bisa menjadi tanda tubuh kekurangan cairan.
2. Konsumsi Protein Hewani Berlebihan
Terlalu sering mengonsumsi protein hewani juga dapat meningkatkan risiko. Makanan seperti daging merah, ayam, jeroan, ikan, kerang, telur, serta produk olahan susu bila dikonsumsi berlebihan dapat memicu perubahan komposisi urine. Kondisi ini membuat pembentukan batu ginjal lebih mudah terjadi.
3. Asupan Natrium yang Tinggi
Kebiasaan makan makanan tinggi garam juga perlu diwaspadai. Natrium banyak ditemukan pada makanan kaleng, makanan instan, camilan kemasan, hingga makanan cepat saji. Konsumsi natrium berlebih dapat meningkatkan kadar kalsium dalam urine, yang pada akhirnya memperbesar peluang terbentuknya batu.
4. Obesitas
Berat badan berlebih tidak hanya berdampak pada jantung atau tekanan darah, tetapi juga berkaitan dengan pembentukan batu ginjal. Profesor Urologi dari University of Alabama at Birmingham (UAB), Kyle Wood, menyebut obesitas berhubungan dengan dua jenis batu ginjal yang umum, yakni kalsium oksalat dan asam urat.
Pada kondisi obesitas, resistensi insulin dapat mengubah tingkat keasaman (pH) urine menjadi lebih asam. Lingkungan yang asam inilah yang memudahkan terbentuknya batu asam urat.
5. Konsumsi Alkohol
Alkohol memang tidak secara langsung menyebabkan batu ginjal, tetapi dapat berkontribusi melalui efek dehidrasi. Sifat diuretik alkohol meningkatkan produksi urine namun mengurangi penyerapan cairan, sehingga tubuh lebih mudah kehilangan cairan. Saat tubuh kekurangan cairan, konsentrasi mineral dan asam dalam urine meningkat dan berisiko membentuk batu. Selain itu, kalori tinggi dalam minuman beralkohol juga bisa memicu kenaikan berat badan yang menjadi faktor risiko tambahan.
Sebagai catatan, informasi ini bersifat edukatif. Jika mengalami gejala yang mengarah pada batu ginjal, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat. (*)



















