Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ECONOMY & FINANCE

Tak Hanya Keamanan Konsumen, Pengawasan Obat dan Makanan Juga Beri Dampak Ekonomi hingga Rp 50,8 Triliun

×

Tak Hanya Keamanan Konsumen, Pengawasan Obat dan Makanan Juga Beri Dampak Ekonomi hingga Rp 50,8 Triliun

Sebarkan artikel ini
BPOM mencatat dampak ekonomi pengawasan obat dan makanan sepanjang 2025 mencapai Rp 50,8 triliun. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencatat dampak ekonomi dari pengawasan obat dan makanan sepanjang tahun 2025 mencapai Rp 50,8 triliun.

Angka tersebut berasal dari pendapatan negara bukan pajak, jasa pengawasan, serta nilai temuan hasil pemeriksaan BPOM.

HALAL BERKAH

Dalam keterangan resmi, Kepala BPOM, Taruna Ikrar menjelaskan bahwa BPOM telah menerbitkan 201.687 nomor izin edar (NIE) obat dan makanan sepanjang 2025, dengan dominasi produk kosmetik.

Selain itu, terdapat 33 obat generik pertama yang memperoleh izin edar di Indonesia, yang menjadi capaian penting dalam penyediaan obat terjangkau bagi masyarakat. BPOM juga menerbitkan 50 obat inovatif untuk terapi berbagai jenis kanker.

Meski demikian, BPOM masih menemukan sejumlah sarana produksi dan distribusi yang tidak memenuhi standar praktik yang baik. Dari kegiatan sampling dan pengujian terhadap 58.798 sampel obat dan makanan, sebanyak 19,2 persen dinyatakan tidak memenuhi syarat.

Baca Juga:  Banggar DPR Titipkan Tujuh Agenda Strategis untuk Pimpinan Baru OJK

“BPOM telah mencabut 1.183 izin edar obat dan makanan berdasarkan hasil pengawasan. Penindakan ini menegaskan bahwa BPOM tidak kompromi terhadap pelanggaran,” ujar Taruna.

Dari sisi pengawasan peredaran online, BPOM meminta penurunan (take down) 197.725 tautan penjualan obat dan makanan ilegal kepada Kementerian Komunikasi dan Digital serta Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA).

“Upaya ini telah mampu mencegah peredaran obat dan makanan ilegal dengan estimasi potensi nilai keekonomian mencapai Rp 49,82 triliun,” jelas Taruna.

Selain pengawasan, BPOM juga terus memberikan dukungan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), melakukan edukasi masyarakat, serta memperkuat sinergi lintas sektor.

“Setiap langkah kami difasilitasi dan didukung oleh APBN, pajak dari rakyat. Karena itulah, kami bukan sekadar memberikan pertanggungjawaban resmi kepada Presiden, tapi juga laporan kepada publik sebagai manifestasi kami siap diawasi, dikritik, dan dikoreksi oleh rakyat,” tegas Taruna. (*)

TEMANISHA.COM