TOPMEDIA – Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada Selasa (17/2/2026) menandai dimulainya Tahun Kuda Api. Dalam penanggalan Tionghoa, kombinasi shio dan elemen ini hanya terjadi setiap 60 tahun sekali. Sebelumnya, Tahun Kuda Api tercatat pada 1906 dan 1966.
Rohaniawan di Klenteng Boen Bio, Liem Tiong Yang, menjelaskan bahwa simbol kuda dan api membawa pesan tentang semangat, kebebasan, dan daya juang yang kuat. Namun, energi besar itu juga menuntut pengendalian diri agar tidak berubah menjadi gejolak yang merugikan.
“Kuda melambangkan kebebasan dan semangat berpacu, sementara api adalah energi yang membakar. Artinya, semangat itu harus kita arahkan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dan membangun kehidupan,” ujar Liem, Selasa (17/2/2026).
Energi Besar, Kendalikan Emosi
Menurut Liem, karakter kuda yang lincah dan penuh daya dorong dapat menjadi kekuatan positif bila dikendalikan dengan baik. Sebaliknya, tanpa kendali, energi tersebut bisa memicu konflik.
Ia mencontohkan dalam konteks sosial dan politik, masyarakat perlu menahan diri agar tidak mudah tersulut emosi.
“Kuda yang tidak dikendalikan bisa menjadi liar. Begitu pula semangat dan ambisi. Jika tidak disertai perhitungan matang, bisa menimbulkan problematika,” katanya.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat menghindari perdebatan yang tidak perlu dan fokus pada kompetisi yang sehat. Semangat berlomba, lanjut dia, seharusnya diarahkan untuk kemajuan bangsa.
Ekonomi Ketat, Peluang Terbuka
Di bidang ekonomi, Liem memprediksi persaingan akan terasa semakin ketat. Unsur api yang bersifat dinamis dan sulit ditebak dinilai membawa potensi kejutan, termasuk dalam sektor usaha dan investasi.
“Api itu abstrak, tidak selalu bisa diprediksi. Dalam ekonomi bisa saja muncul kejutan-kejutan. Persaingan semakin kuat,” ujarnya.
Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut bukan pertanda keterpurukan. Justru di tengah kompetisi yang tinggi, peluang akan tetap terbuka bagi mereka yang mampu bergerak cepat dan adaptif.
“Tahun Kuda adalah tahun penuh semangat. Selama kita mampu memacu diri dengan arah yang jelas, peluang tetap ada,” kata dia.
Waspada, Tetap Optimistis
Terkait potensi bencana alam, Liem menyebut kecenderungan situasi mulai mereda dibandingkan periode sebelumnya. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan baik secara lahiriah maupun batiniah.
Ia menekankan bahwa kunci menjalani Tahun Kuda Api adalah keseimbangan antara semangat dan kendali diri. Emosi dan ambisi yang berlebihan dinilai dapat memperkeruh keadaan, sementara pengendalian diri akan membawa stabilitas.
“Kalau semua bisa mengendalikan diri, tidak larut dalam ambisi maupun emosi, maka semuanya akan lebih aman dan terkendali,” ujarnya.
Tahun Kuda Api 2026 pun diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk menyalakan energi positif, bukan sekadar berpacu, tetapi juga menjaga arah dan tujuan agar setiap langkah membawa manfaat bersama. (*)



















