Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ECONOMY & FINANCE

Surplus Beras Capai 14,5 Juta Ton, Bapanas Pastikan Stok Pangan Terjaga

×

Surplus Beras Capai 14,5 Juta Ton, Bapanas Pastikan Stok Pangan Terjaga

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi beras. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Stok beras nasional dipoyeksi akan mengalami surplus sebesar 14,5 juta ton pada Maret 2026. Proyeksi Badan Pangan Nasional (Bapanas) ini berdasarkan Neraca Pangan Nasional per 6 Januari 2026, yang menunjukkan ketersediaan beras periode Januari–Maret dapat mencapai 22,2 juta ton.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bapanas, Maino Dwi Hartono, menjelaskan bahwa angka tersebut terdiri dari stok awal tahun sebanyak 12,4 juta ton ditambah proyeksi produksi tiga bulan sebesar 9,8 juta ton.

HALAL BERKAH

“Sementara, total kebutuhan konsumsi berada di 7,7 juta ton, sehingga masih ada surplus di akhir Maret sebanyak 14,5 juta ton,” kata Maino dalam keterangan resmi, Minggu (1/2/2026).

Baca Juga:  Pasokan Beras Nasional 2025 Surplus, Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Awal 2026

Selain beras, Maino juga memaparkan kondisi komoditas pangan utama lainnya. Daging ayam ras diproyeksikan surplus dengan ketersediaan mencapai 1,6 juta ton, terdiri dari stok awal 252.300 ton dan produksi Januari–Maret sekitar 1,4 juta ton.

Konsumsi nasional tercatat 1,01 juta ton. Begitu pula dengan telur ayam ras, yang diperkirakan mencapai 1,9 juta ton hingga Maret, dengan konsumsi sebesar 1,67 juta ton sehingga masih menyisakan surplus 305.800 ton.

Untuk komoditas daging sapi dan kerbau, ketersediaan diproyeksikan mencapai 185.400 ton, terdiri dari stok awal 41.600 ton, produksi dalam negeri 125.200 ton, serta impor daging beku 18.500 ton. Angka konsumsi nasional berada di kisaran 179.000 ton.

Baca Juga:  Bukti Kepercayaan Investor, Investasi Jawa Timur 2025 Tembus Rp 147,7 Triliun

“Gula konsumsi pun idem. Ketersediaan sampai Maret dapat mencapai 1,46 juta ton, yang berasal dari stok awal tahun 1,44 juta ton ditambah produksi sampai Maret 26.700 ton,” jelas Maino.

Ia menambahkan, konsumsi gula pada periode Januari–Maret diperkirakan 712.500 ton, sehingga surplus mencapai 751.500 ton.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengingatkan potensi dampak cuaca ekstrem terhadap distribusi bahan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, menyebut faktor cuaca menjadi perhatian dalam rapat koordinasi persiapan hari besar keagamaan nasional (HBKN).

“Kita juga mendapatkan informasi dari BMKG, secara umum faktor cuaca itu normal, tetapi perlu diwaspadai pada Februari dan Maret di beberapa wilayah tertentu seperti Sulawesi dan Papua yang berpotensi hujan,” kata Iqbal.

Baca Juga:  Kontribusi Pajak Kripto 2025 Tembus Rp 719,61 Miliar

Dengan proyeksi surplus beras dan komoditas pangan utama lainnya, pemerintah optimistis stok pangan nasional tetap aman hingga Ramadan dan Lebaran 2026. (*)

TEMANISHA.COM