TOPMEDIA – Untuk menjaga stabilitas pasokan daging nasional, pemerintah berencana mengimpor 50.000 hingga 100.000 ekor sapi dari Brasil.
“Yang jelas Brasil. Sudah ada datang dari Brasil. Rencananya 50.000 sampai 100.000 ekor. Tujuannya meningkatkan produksi,” ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Selain impor, pemerintah juga menyiapkan pembangunan dua peternakan sapi modern dengan dukungan dana dari Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Amran menjelaskan, satu peternakan akan menelan biaya sekitar Rp 2,4 triliun dengan kapasitas 67.000 ekor sapi. Untuk tahap awal, pembangunan akan difokuskan pada satu lokasi terlebih dahulu.
“Satu paket dari hulu ke hilir itu Rp 2,4 triliun untuk satu tempat dengan total sapi 67.000 ekor,” jelasnya.
Peternakan tersebut akan dibangun di Probolinggo, Jawa Timur dan Indramayu, Jawa Barat, dengan fokus pada produksi susu.
Pembangunan peternakan sapi perah ini juga diarahkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah menargetkan pemenuhan kebutuhan susu nasional agar program tersebut berjalan optimal.
Selain peternakan sapi, pemerintah juga merencanakan pembangunan pabrik pakan ayam di 30 titik. Tahap pertama akan mencakup 12 lokasi, sementara tahap kedua 18 lokasi. Pembangunan ini diharapkan memperkuat rantai pasok pangan dari hulu ke hilir.
Rencana impor sapi dari Brasil dan pembangunan peternakan dalam negeri menjadi strategi ganda pemerintah untuk menekan harga daging yang sempat melonjak hingga Rp 140.000 per kilogram menjelang Ramadan.
Dengan tambahan pasokan, diharapkan harga daging lebih stabil dan daya beli masyarakat tetap terjaga. (*)



















