TOPMEDIA – Ketidakpastian global yang semakin meningkat akibat konflik di Timur Tengah mendorong pemerintah Indonesia untuk memperkuat strategi ekonomi berbasis konsumsi domestik.
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menekankan bahwa pasar dalam negeri harus menjadi prioritas utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Menurutnya, konsumsi produk lokal merupakan penopang terbesar perekonomian Indonesia.
“Dampak perang di Timur Tengah terhadap perekonomian dunia antara lain kenaikan harga minyak dan penguatan nilai tukar dolar AS. Karena itu, kita perlu memperkuat pasar dalam negeri, salah satunya melalui peningkatan konsumsi produk lokal,” ujar Maman dalam keterangannya, Kamis (5/3/2026).
Maman menilai pasar domestik Indonesia memiliki potensi besar yang harus dioptimalkan secara konsisten.
Ia mengutip pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang menyebut bahwa sekitar 50 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang oleh konsumsi domestik.
“Kalau kita berbicara mengenai pasar Indonesia, sebagaimana disampaikan Pak Airlangga, kontribusi konsumsi terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai sekitar 50 persen. Ini menunjukkan betapa strategisnya kekuatan pasar dalam negeri,” jelasnya.
Meski demikian, Maman mengakui bahwa strategi memperkuat pasar lokal menghadapi tantangan besar berupa gempuran barang impor ilegal.
Ia menegaskan bahwa akses pembiayaan yang selama ini diperluas untuk UMKM akan menjadi tidak optimal apabila pasar dipenuhi produk impor dengan harga tidak wajar.
“Percuma pengusaha UMKM mendapatkan akses pembiayaan jika mereka tidak mampu menjual produknya karena pasar dibanjiri barang impor ilegal dengan harga yang tidak masuk akal. Pasar inilah yang harus kita amankan,” tegasnya.
Pemerintah, lanjut Maman, kini tengah melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk merapikan tata kelola perdagangan dalam negeri serta memperkuat pengawasan terhadap masuknya barang impor ilegal.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang adil dan sehat, sehingga UMKM memiliki ruang tumbuh lebih luas di pasar domestik. Ia juga mengajak semua pihak untuk membangun kesadaran kolektif bahwa keberpihakan terhadap produk lokal adalah kunci bagi pertumbuhan UMKM.
“Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita bersama-sama membangun kesadaran bahwa jika ingin UMKM tumbuh dan berkembang, maka pasar dalam negeri harus kita jaga dan amankan,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu menilai penguatan konsumsi domestik merupakan langkah strategis menghadapi dinamika global.
Menurutnya, meski risiko dan ketidakpastian semakin besar, Indonesia tetap memiliki peluang untuk tumbuh jika mampu melakukan mitigasi secara tepat.
“Saat ini memang banyak risiko dan ketidakpastian. Namun jika kita optimistis, masih ada kesempatan yang bisa kita ambil. Yang terpenting adalah bagaimana pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan mengantisipasi serta menjalankan langkah-langkah mitigasi secara terukur,” kata Mari Elka.
Dengan fokus pada konsumsi domestik, pemerintah berharap Indonesia dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi meski dunia tengah dilanda ketidakpastian.
Strategi ini sekaligus menjadi upaya memperkuat UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional dan memastikan keberlanjutan sektor usaha di tengah tekanan global. (*)



















