Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
LIFESTYLE

Stop Masak Mi Instan Seperti Ini, Dampaknya Bisa Berbahaya

×

Stop Masak Mi Instan Seperti Ini, Dampaknya Bisa Berbahaya

Sebarkan artikel ini
toplegal

TOPMEDIA – Mi instan sudah lama menjadi makanan andalan banyak orang. Rasanya yang gurih, teksturnya kenyal, serta harganya yang ramah di kantong membuat makanan ini digemari berbagai kalangan, mulai dari anak kos hingga masyarakat umum.

Dengan harga sekitar Rp2.000–Rp3.000 per bungkus, siapa pun sudah bisa menikmati semangkuk mi instan. Ditambah telur dan kerupuk, hanya bermodal Rp5.000 saja sajian ini terasa makin menggoda.

HALAL BERKAH

Tak heran jika mi instan sering bikin ketagihan. Sekali memasak, satu bungkus terasa kurang. Bahkan, sebagian orang mengonsumsinya lebih dari sekali dalam seminggu, atau langsung memasak dua bungkus sekaligus demi rasa kenyang.

Padahal, kebiasaan memasak mi instan dalam porsi dobel ternyata tidak bisa dianggap sepele. Meski mi instan mengandung zat gizi tertentu, makanan ini kerap disebut sebagai salah satu pemicu gangguan kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.

Baca Juga:  Mate: Rahasia yang Membuat Pria Inggris Dinilai Lebih Sopan daripada Wanitanya

Sebenarnya, mi instan masih aman dikonsumsi selama porsinya tepat dan tidak terlalu sering. Masalah mulai muncul ketika jumlahnya melebihi anjuran, terutama jika dimakan dua bungkus sekaligus dalam satu waktu.

Hal ini baru-baru ini dijelaskan oleh akun Twitter @ahligiziid melalui sebuah utas. Dalam penjelasannya, akun tersebut menyoroti kandungan natrium yang sangat tinggi pada mi instan.

Disebutkan bahwa satu bungkus mi instan, khususnya varian mi goreng, dapat mengandung natrium hingga sekitar 1.070 miligram. Jika dikonsumsi dua bungkus sekaligus, jumlah natrium yang masuk ke tubuh bisa mencapai 2.140 miligram.

Angka tersebut sudah melampaui batas konsumsi natrium harian yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni maksimal 2.000 miligram per hari.

Baca Juga:  Ancaman Virus Nipah, Sejumlah Negara Asia Tingkatkan Pengawasan di Bandara

Asupan natrium yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai dampak bagi tubuh. Ketika kadar natrium terlalu tinggi, ginjal akan berusaha membuang kelebihannya melalui urine. Namun, jika kemampuan ginjal tidak lagi mencukupi, natrium akan menumpuk dalam darah.

Penumpukan ini menyebabkan cairan tertahan di dalam pembuluh darah sehingga volume darah meningkat. Akibatnya, jantung harus bekerja lebih keras dan tekanan darah pun naik.

Dalam jangka pendek, efeknya mungkin hanya berupa wajah tampak bengkak saat bangun tidur. Namun jika kebiasaan ini berlangsung lama, risiko penyakit serius seperti hipertensi, penyakit jantung, stroke, hingga gangguan ginjal akan semakin besar.

Akun tersebut juga menekankan perbedaan antara mi instan porsi dobel dan mi instan ukuran jumbo. Porsi dobel berarti mengonsumsi dua bungkus mi sekaligus, sedangkan mi jumbo adalah produk khusus dari produsen.

Baca Juga:  10 Buah yang Sebaiknya Tidak Dikonsumi Saat Cuaca Panas, Waspadai Efek Termogenik dan Gangguan Pencernaan

Menariknya, mi instan ukuran jumbo justru memiliki kandungan natrium sekitar 1.340 miligram, lebih rendah dibandingkan dua bungkus mi biasa. Hal ini menunjukkan bahwa produsen pun sudah mempertimbangkan aspek kesehatan dalam penentuan porsinya.

Kesimpulannya, jika masih peduli pada kesehatan, sebaiknya hindari kebiasaan memasak mi instan dua bungkus sekaligus. Nikmati secukupnya, imbangi dengan asupan gizi lain, dan jangan jadikan mi instan sebagai menu utama sehari-hari. (*)

TEMANISHA.COM