TOPMEDIA-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan strategi berlapis untuk menekan angka pengangguran, tidak hanya melalui pembukaan lowongan kerja, tetapi juga dengan memperkuat sektor industri.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Surabaya Industrial & Labour Festival 2026 yang mengusung tema transformasi industri dan ketenagakerjaan menuju Surabaya yang maju dan inklusif dalam persaingan global.
Melalui kegiatan ini, Pemkot mengintegrasikan agenda peningkatan ekspor dengan penciptaan lapangan kerja dalam satu rangkaian program terpadu. Rangkaian acara diawali dengan coaching clinic business matching ekspor bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) pada 30–31 Maret 2026 di Balai Pemuda Surabaya.
Pada tahap awal tersebut, pelaku usaha tidak hanya difasilitasi untuk bertemu calon pembeli dari pasar global, tetapi juga dibekali kemampuan teknis agar mampu menembus pasar ekspor secara mandiri.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro menegaskan bahwa penanganan pengangguran tidak cukup hanya mengandalkan job fair. Menurutnya, sektor industri harus dipastikan tumbuh agar mampu menyerap tenaga kerja secara berkelanjutan.
“Job fair memang penting, tetapi industri yang menyerap tenaga kerja harus terus berkembang. Salah satu langkah strategis adalah mendorong pelaku usaha agar naik kelas menjadi eksportir,” ujar Hebi, Minggu (29/3/2026).
Ia menjelaskan, ketika industri mulai memasuki pasar ekspor, kapasitas produksi otomatis meningkat. Dampaknya, kebutuhan tenaga kerja baru juga ikut bertambah. Oleh karena itu, materi dalam coaching clinic difokuskan pada keterampilan praktis, seperti strategi pemasaran, teknik presentasi, hingga cara menjalin komunikasi dengan buyer internasional.
Program pendampingan ini turut melibatkan Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang berperan sebagai penghubung antara pelaku usaha dan calon pembeli dari luar negeri. Pendampingan juga mencakup proses kurasi produk hingga penyusunan letter of intent (LoI), yang selama ini menjadi kendala bagi sebagian pelaku IKM.
“Banyak produk lokal sebenarnya sudah layak ekspor, tetapi masih lemah dari sisi kemasan dan presentasi. Itu yang kami perkuat, termasuk kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan berlanjut pada 7–8 April 2026 dengan agenda utama job fair dan forum ekspor. Lebih dari 1.000 lowongan kerja disiapkan, termasuk kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas seperti daksa ringan, rungu wicara, dan Down syndrome.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Wawancara langsung dijadwalkan pada 7 April di Balai Pemuda, kemudian dilanjutkan pada 8 April di Grand City Surabaya bagi peserta yang lolos seleksi tahap awal.
Selain membuka peluang kerja, forum ekspor juga mempertemukan pelaku industri dengan buyer dari enam negara. Tiga negara, yakni Amerika Serikat, Brunei Darussalam, dan Pakistan hadir secara langsung, sementara Oman, Hong Kong, dan Singapura mengikuti kegiatan secara daring. Para buyer tersebut akan terlibat dalam sesi business matching yang diharapkan menghasilkan transaksi nyata.
Secara keseluruhan, SIL Festival 2026 diikuti lebih dari 700 perusahaan. Sebanyak 60 pelaku IKM mengikuti coaching clinic ekspor, sedangkan 644 perusahaan besar turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan.
Hebi mengungkapkan bahwa pelaksanaan kegiatan ini tidak menggunakan anggaran APBD. Seluruh pendanaan berasal dari dukungan pihak swasta, yakni Performa Optima Group, sementara Pemkot berperan sebagai fasilitator.
Target yang dipasang cukup ambisius, yakni potensi transaksi ekspor hingga 1 juta dolar AS. Sebagian transaksi bahkan telah memasuki tahap proses. Rencananya, pelepasan ekspor akan dilakukan langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi sebagai simbol kesiapan industri lokal memasuki pasar global.
Hebi menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Fokus utama adalah menciptakan kecocokan antara pelaku industri dan pembeli.
“Yang kami kejar adalah kesesuaian antara buyer dan pelaku industri. Jika kecocokan itu terwujud, dampaknya akan langsung terasa pada pembukaan lapangan kerja,” tegasnya.
Saat ini, sektor industri Surabaya telah memiliki basis ekspor, khususnya pada industri perhiasan. Namun, pemerintah menilai masih banyak sektor lain yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan agar naik kelas dari industri kecil menjadi menengah hingga besar.
SIL 2026 dipandang sebagai langkah transformasi menyeluruh dalam sektor industri dan ketenagakerjaan agar lebih adaptif, kompetitif, dan berkelanjutan, sekaligus tetap menjunjung prinsip inklusivitas. Transformasi industri difokuskan pada inovasi, digitalisasi, industri hijau, serta tata kelola usaha yang baik.
Sementara itu, transformasi ketenagakerjaan diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, produktivitas, hubungan industrial yang harmonis, serta perluasan kesempatan kerja yang setara bagi seluruh masyarakat.
Melalui SIL Festival 2026, Pemkot Surabaya juga mendorong kolaborasi antara pelaku industri, investor, serta lembaga pendukung ekspor. Selain memperluas akses kerja melalui Job Fair Surabaya 2026, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat posisi Surabaya sebagai pusat industri yang adaptif dan inklusif.
Rangkaian kegiatan dalam SIL Festival meliputi seminar nasional industri dan ketenagakerjaan, business matching, pelepasan ekspor, pemberian penghargaan sektor industri dan tenaga kerja, hingga job fair termasuk job fair khusus bagi penyandang disabilitas.
Dalam coaching clinic, peserta memperoleh berbagai materi strategis dari Export Center Surabaya, mulai dari fondasi bisnis ekspor, standardisasi produk, riset pasar, penyusunan marketing export toolkit, teknik presentasi, hingga penyusunan business model canvas. Selain itu, materi dari Bea Cukai mencakup pemanfaatan fasilitas kepabeanan bagi UMKM, serta materi dari Badan Standardisasi Nasional mengenai pentingnya kesesuaian standar produk untuk pasar ekspor.
Dengan strategi yang menghubungkan peningkatan kapasitas industri dan perluasan pasar global, Pemkot Surabaya optimistis jumlah pelaku usaha yang mampu menembus pasar ekspor akan terus meningkat. Dampaknya, peluang kerja semakin terbuka dan angka pengangguran di Kota Pahlawan diharapkan dapat ditekan secara berkelanjutan.



















