Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Sidak Sungai Kalianak, Eri Cahyadi Gaspol Normalisasi untuk Hentikan Banjir Rob

×

Sidak Sungai Kalianak, Eri Cahyadi Gaspol Normalisasi untuk Hentikan Banjir Rob

Sebarkan artikel ini
Dalam sidak itu, Eri menegaskan bahwa kunci utama penyelesaian banjir adalah mengembalikan fungsi Sungai Kalianak sesuai lebar idealnya, yakni 18,6 meter.
toplegal

TOPMEDIA-Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Sungai Kalianak, Senin (29/12/2025). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan progres normalisasi sungai sepanjang tiga kilometer yang ditujukan mengatasi persoalan banjir dan rob di wilayah Tambak Asri serta Kalianak.

Dalam sidak itu, Eri menegaskan bahwa kunci utama penyelesaian banjir adalah mengembalikan fungsi Sungai Kalianak sesuai lebar idealnya, yakni 18,6 meter. Menurutnya, penyempitan sungai menjadi penyebab utama genangan yang kerap terjadi selama bertahun-tahun.

HALAL BERKAH

Saat ini, proses pelebaran sungai telah memasuki tahap satu dan dua. Tercatat lebih dari 400 bangunan di bantaran sungai telah dibongkar dari total target sekitar 1.000 bangunan hingga ke muara. Normalisasi dilakukan di dua sisi wilayah, yakni Kecamatan Krembangan dan Asemrowo.

Baca Juga:  Program Magang Bergaji UMP Akan Dibuka Oktober 2025, Fresh Graduate Siap-siap!

Menariknya, pembongkaran bangunan di sepanjang bantaran sungai berlangsung kondusif tanpa penolakan berarti. Wali Kota Eri pun mengapresiasi kesadaran warga yang secara sukarela membongkar bangunan mereka demi kepentingan bersama.

“Saya matur nuwun sanget kepada warga. Ada rumah baru dua lantai yang dibangun dengan biaya besar, tapi pemiliknya ikhlas membongkar sendiri karena sadar ini demi kepentingan yang lebih luas agar wilayahnya tidak kebanjiran lagi. Inilah luar biasanya warga Surabaya,” ujar Eri di lokasi.

Ia menegaskan bahwa Pemkot Surabaya tidak menggunakan pendekatan represif dalam proses normalisasi. Bagi Eri, warga Surabaya adalah keluarga, dan kota ini adalah rumah bersama yang harus dijaga dengan rasa kebersamaan.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya–KSPSI Sepakati Komitmen Ketenagakerjaan dan Perlindungan Pekerja 2026

“Saya tidak pernah menggembar-gemborkan pelebaran ini sejak awal karena ingin menjaga perasaan warga. Kami berbicara dari hati ke hati. Kalau pakai cara menang-menangan, banjir tidak akan pernah selesai. Dengan keikhlasan, semua bisa berjalan,” tegasnya.

Meski pembongkaran rumah dilakukan secara mandiri oleh warga, Pemkot memberikan perhatian khusus pada fasilitas umum yang terdampak. Bangunan seperti musala atau tempat ibadah dipastikan akan diperbaiki dan ditata ulang.

“Musala yang terdampak akan kami perbaiki. Bangunannya akan diperbesar dan dibuat dua lantai supaya warga tetap nyaman beribadah,” jelas Eri.

Setelah pembongkaran rampung, Pemkot akan melanjutkan pembangunan pelengsengan atau dinding penahan sungai di sepanjang Sungai Kalianak. Selain berfungsi sebagai pengendali aliran air, kawasan tersebut juga akan ditata ulang agar terbebas dari kesan kumuh.

Baca Juga:  Surabaya Toreh Prestasi Nasional, Borong Dua Penghargaan Tertinggi Kota Sehat 2025

“Usai pelengsengan, lingkungan ini akan kami tata kembali. Bahkan, beberapa titik di Sungai Kalianak kami rencanakan menjadi destinasi wisata baru,” ungkapnya.

Dengan dikembalikannya lebar sungai ke ukuran semula, kapasitas tampung air diyakini meningkat signifikan. Pemkot optimistis wilayah Kalianak dan sekitarnya akan terbebas dari banjir rob di masa mendatang.

“Ini bukti kolaborasi. Saya mengajak seluruh warga Surabaya untuk terus menjaga kerukunan dan tidak mudah terprovokasi. Membangun kota ini butuh hati, gotong royong, dan kepercayaan,” pungkas Eri.

TEMANISHA.COM