TOPMEDIA – Kabar yang paling ditakuti publik Anfield akhirnya pecah juga. Sang megabintang Mohamed Salah resmi mengumumkan bakal meninggalkan Merseyside pada akhir musim ini pada Juni 2026.
Pengumuman yang disampaikan pada Rabu (25/3) dini hari WIB itu, bak petir di siang bolong, mengingat Salah baru saja meneken perpanjangan kontrak selama dua tahun pada April tahun lalu.
Lewat unggahan video emosional di media sosialnya, pemain berjuluk The Egyptian King itu mengonfirmasi bahwa petualangan sembilan tahunnya bersama The Reds segera berakhir.
“Sayangnya, hari itu telah tiba. Ini adalah bagian pertama dari perpisahan saya,” ucap Salah dengan nada getir di akun Instagramnya.
Sejatinya, kontrak Salah masih tersisa hingga 2027. Namun, pemain berusia 33 tahun itu dan manajemen Liverpool sepakat untuk mengakhiri kerja sama satu tahun lebih awal. Langkah ini diambil Salah agar suporter tidak terus-menerus bertanya soal spekulasi masa depannya.
“Salah ingin memberikan transparansi sedini mungkin sebagai bentuk rasa hormat dan terima kasih kepada para pendukung,” tulis pernyataan resmi Liverpool di situs klub.
Meski sudah berpamitan, Salah menegaskan tetap fokus memberikan yang terbaik hingga laga terakhir musim ini sebelum benar-benar merayakan kepergiannya di Anfield.
Sejak didatangkan dari AS Roma pada musim panas 2017, Salah bukan sekadar pemain melainkan ikon kebangkitan Liverpool di era modern.
Statistiknya sangat mentereng dengan mengemas 255 gol dalam 435 penampilan. Ia menjadi aktor intelektual di balik kembalinya trofi Premier League ke Anfield setelah puasa 30 tahun, serta raihan Liga Champions, Piala Dunia Antarklub, hingga Piala FA.
“Liverpool bukan hanya klub sepak bola, ini adalah gairah dan sejarah. Kalian telah memberikan waktu terbaik dalam hidupku,” ungkap Salah dalam pesan perpisahannya yang menyentuh.
Kepergian Salah menandai berakhirnya sebuah era emas. Kini, manajemen Liverpool punya tugas mahaberat yakni mencari suksesor sepadan untuk mengisi lubang besar yang ditinggalkan sang raja di sisi kanan lini penyerangan mereka. (*)



















