Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
EDUTECH

Sering Dianggap Sepele, 4 Kebiasaan Buruk Charging Laptop Ini Bikin Baterai Cepat Drop

×

Sering Dianggap Sepele, 4 Kebiasaan Buruk Charging Laptop Ini Bikin Baterai Cepat Drop

Sebarkan artikel ini
toplegal

TOPMEDIA – Laptop sudah jadi belahan jiwa buat para mahasiswa sampai pekerja kreatif masa kini. Mulai dari ngerjain tugas kuliah di kafe sampai lembur projekan di kamar, perangkat satu ini nggak pernah absen menemani keseharian. Tapi sayangnya, banyak dari kita yang cuma tahu pakai tanpa tahu cara merawatnya dengan benar, terutama soal urusan mengisi daya.

Padahal, cara charging yang asal-asalan bisa jadi silent killer buat umur baterai laptop kesayangan. Tanpa sadar, kebiasaan yang kita anggap normal sehari-hari justru bikin kesehatan baterai merosot tajam. Biar laptop kamu nggak cepat ‘opname’ dan performanya tetap ngebut, yuk simak 4 kesalahan saat charging laptop yang masih sering banget dilakukan berikut ini.

HALAL BERKAH

1. Membiarkan Baterai Kosong Melongpong Hingga 0 Persen

Banyak pengguna sering menunda mengisi daya dan baru mencari colokan saat laptop sudah benar-benar mati total. Melakukan hal ini secara berulang adalah cara tercepat untuk merusak sel baterai lithium-ion. Ketika baterai menyentuh angka nol persen, ia mengalami tekanan kimiawi yang berat dan bisa menyebabkan kegagalan fungsi dalam jangka panjang. Idealnya, kamu sudah harus mencolokkan charger saat indikator baterai menyentuh angka 20 persen agar siklus dayanya tetap terjaga dan sel baterai tidak cepat stres.

Baca Juga:  Laptop Sering Panas Padahal Cuma Buka Chrome? Ini 3 Penyebab Biang keroknya

2. Memakai Charger Abal-abal yang Tidak Original

Godaan harga murah seringkali bikin kita tergiur membeli charger KW atau universal saat kabel aslinya rusak. Padahal, setiap laptop punya spesifikasi voltase dan ampere yang sangat spesifik. Penggunaan pengisi daya yang tidak standar bisa menyebabkan arus listrik yang masuk tidak stabil. Efeknya nggak main-main, mulai dari baterai yang cepat panas, kerusakan pada komponen motherboard, hingga risiko meledak atau korsleting listrik. Selalu pastikan menggunakan charger original atau yang sudah terverifikasi kualitasnya demi keamanan perangkat mahalmu.

3. Charging di Atas Kasur atau Alas yang Empuk

Ini adalah kesalahan paling umum yang dilakukan anak muda saat lagi asyik rebahan sambil nonton film. Menaruh laptop di atas kasur, bantal, atau sofa saat sedang diisi daya akan menutup lubang ventilasi udara di bagian bawah. Akibatnya, panas yang dihasilkan saat proses charging terjebak di dalam dan suhu laptop akan meningkat drastis. Suhu panas yang ekstrem adalah musuh utama baterai yang bisa menyebabkan baterai kembung (bloating). Pastikan laptop selalu berada di permukaan yang rata dan keras seperti meja agar sirkulasi udara tetap lancar.

Baca Juga:  3 Cara Mengatasi Layar HP Tidak Bisa Disentuh atau Ghost Touch

4. Terobsesi Mengisi Daya Sampai Penuh 100 Persen Terus-menerus

Mungkin terdengar aneh, tapi menjaga baterai selalu di angka 100 persen dalam waktu yang sangat lama juga kurang baik untuk kesehatan jangka panjang. Baterai modern paling “bahagia” jika berada di kisaran 40 hingga 80 persen. Beberapa laptop terbaru bahkan sudah punya fitur battery limiter untuk memutus arus di angka 80 persen guna memperpanjang usia pakai. Terus-menerus memaksakan baterai berada di level tegangan tertinggi (100 persen) saat laptop tetap dicolok sambil dipakai berat bisa mempercepat proses degradasi kapasitas baterai tersebut.

Nah, itu dia beberapa kebiasaan yang kelihatannya simpel tapi dampaknya besar buat kelangsungan hidup laptop kamu. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, kamu nggak perlu lagi was-was baterai bakal drop di tengah-tengah presentasi penting. Yuk, mulai sayangin laptopmu dari hal terkecil seperti cara charging yang benar. (Respatih)

TEMANISHA.COM