Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
EDUTECH

Sering Colok Laptop ke Listrik Seharian? Cek Dulu Dampaknya Buat Baterai Kamu

×

Sering Colok Laptop ke Listrik Seharian? Cek Dulu Dampaknya Buat Baterai Kamu

Sebarkan artikel ini
toplegal

TOPMEDIA – Kebiasaan membiarkan laptop tetap terhubung ke pengisi daya meski baterai sudah penuh sering kali memicu kekhawatiran. Ada rasa takut kalau baterai bakal cepat “bocor” atau bahkan meledak karena kelebihan beban listrik. Padahal, buat kamu yang sering maraton tugas atau main game berat, mencabut kabel justru bikin performa laptop jadi lemot dan mengganggu fokus.

Sebenarnya, teknologi laptop zaman sekarang sudah jauh lebih pintar dibanding perangkat lama. Namun, tetap saja ada aturan mainnya supaya perangkat kesayangan kamu nggak cepat rusak. Untuk menjawab rasa penasaran kamu, yuk bedah fakta mengenai boleh atau tidak laptop dicolok listrik terus-menerus dalam lima poin penjelasan berikut ini.

HALAL BERKAH

1. Teknologi Cut-off pada Laptop Modern
Kekhawatiran soal baterai bakal meledak karena kepenuhan sebenarnya sudah bisa diredam. Hampir semua laptop keluaran terbaru saat ini sudah dilengkapi dengan sensor khusus yang disebut automatic cut-off. Begitu indikator baterai menyentuh angka 100 persen, sistem akan secara otomatis menghentikan aliran listrik ke baterai dan mengalihkannya langsung ke komponen perangkat.

Artinya, laptop kamu sedang menggunakan tenaga listrik langsung (AC adapter) dan bukan lagi menyedot daya dari baterai. Hal ini mencegah terjadinya pengisian berlebih atau overcharging yang dulu sering merusak perangkat elektronik lama. Jadi, secara sistem, mencolok laptop seharian dalam kondisi penuh relatif aman untuk dilakukan.

Baca Juga:  Kenapa Kecepatan Upload Kamu Selalu Lemot? Ini 3 Alasan Teknis Utamanya

2. Suhu Panas Adalah Musuh Utama
Meskipun sistem cut-off bekerja, musuh terbesar baterai laptop sebenarnya bukanlah aliran listriknya, melainkan suhu panas yang dihasilkan. Saat laptop dicolok terus sambil digunakan untuk aktivitas berat, panas dari prosesor dan aliran listrik akan berkumpul. Suhu yang tinggi secara konsisten dapat mempercepat degradasi sel baterai litium-ion di dalamnya.

Jika suhu laptop mulai terasa sangat panas menyentuh tangan, itulah saatnya kamu perlu waspada. Menggunakan cooling pad atau memberikan ruang udara di bawah laptop bisa sangat membantu. Intinya, bukan kabel yang dicolok yang merusak, melainkan panas berlebih yang tidak terbuang dengan baik selama proses pengisian tersebut.

3. Masalah Siklus Pengisian Baterai
Setiap baterai memiliki jumlah cycle count atau siklus pengisian tertentu sebelum kapasitasnya menurun secara alami. Jika kamu sering mencabut kabel saat baterai di 80 persen lalu mencoloknya lagi saat 20 persen, siklus ini akan terus berputar dengan cepat. Sebaliknya, membiarkan kabel tetap tercolok justru bisa “menghemat” penggunaan siklus baterai karena daya diambil langsung dari listrik tembok.

Baca Juga:  Jangan Lakukan 5 hal ini ini Agar Laptop Kamu Awet

Banyak ahli menyarankan agar kabel tetap tercolok jika kamu sedang melakukan pekerjaan berat seperti editing video atau bermain game. Dengan cara ini, performa laptop tetap maksimal tanpa harus menguras siklus baterai secara sia-sia. Namun, pastikan baterai tidak benar-benar didiamkan 100 persen selama berbulan-bulan tanpa pernah digunakan sama sekali.

4. Fitur Battery Limit untuk Keamanan Ekstra
Beberapa produsen laptop masa kini menyediakan fitur Battery Health Manager atau Battery Limit. Fitur ini memungkinkan kamu mengatur agar pengisian daya berhenti di angka 60 atau 80 persen saja meskipun kabel tetap tercolok seharian. Mengapa angka tersebut? Karena baterai litium-ion berada pada kondisi paling stabil saat tidak terlalu penuh dan tidak terlalu kosong.

Mengaktifkan fitur ini adalah jalan tengah paling cerdas bagi kamu yang malas lepas-pasang kabel. Baterai tetap sehat karena tidak mencapai tegangan penuh yang memicu stres pada sel baterai, dan kamu pun tenang bekerja tanpa harus khawatir soal daya yang mendadak habis di tengah jalan.

Baca Juga:  Jangan Panik Dulu , 4 Penyebab Fan Laptop Tidak Berputar

5. Pentingnya Kalibrasi Secara Berkala
Membiarkan laptop dicolok terus-menerus memang aman, tapi jangan lupa untuk sesekali memberikan “napas” pada baterai kamu. Sesekali, gunakanlah laptop tanpa kabel hingga baterainya menyentuh angka 20 persen, lalu isi kembali hingga penuh. Proses ini sering disebut sebagai kalibrasi untuk menjaga agar sensor indikator baterai tetap akurat.

Tanpa pernah digunakan sama sekali, bahan kimia di dalam baterai bisa menjadi tidak aktif. Setidaknya seminggu sekali, biarkan baterai laptopmu bekerja sebagaimana mestinya agar umur pakainya tetap panjang dan kinerjanya tetap prima saat suatu saat kamu harus membawanya bepergian tanpa membawa charger.

Memang benar kalau mencolok laptop ke listrik secara terus-menerus itu diperbolehkan dan relatif aman berkat teknologi masa kini. Tapi, kunci utamanya tetap ada pada manajemen panas dan perawatan rutin yang kamu lakukan. Jadi, jangan biarkan laptopmu “kepanasan” sendirian, ya! Rawat perangkatmu sekarang agar tetap kencang menemani segala produktivitasmu di masa depan.

(Respatih)

TEMANISHA.COM