Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ECONOMY & FINANCE

Sejahterakan Petani Madura, Menkop Resmikan Koperasi Tembakau Pertama di Indonesia

×

Sejahterakan Petani Madura, Menkop Resmikan Koperasi Tembakau Pertama di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Menkop Ferry Juliantono. (Foto: Kemenkop RI)
toplegal

TOPMEDIA – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono secara resmi mengukuhkan kepengurusan Koperasi Induk Tembakau Madura Sejahtera (KITMAS) di Kabupaten Pamekasan, Sabtu (21/2/2026). Kehadiran KITMAS menandai sejarah sebagai koperasi induk tembakau pertama di Indonesia yang diproyeksikan menjadi benteng ekonomi bagi petani rakyat.

Pengukuhan KITMAS dibarengi dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Ketua KITMAS, Halili, dengan pimpinan lima perusahaan rokok besar. Sinergi ini diharapkan mampu memutus rantai tata niaga yang selama ini kerap merugikan petani di tingkat akar rumput.

HALAL BERKAH

Selama ini, petani tembakau seringkali berada dalam posisi lemah saat berhadapan dengan raksasa industri. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa KITMAS hadir untuk mengubah peta kekuatan tersebut.

Baca Juga:  Tak Mampu Gaet Investor, Mendagri Tito Ungkap 90% Daerah Andalkan PAD dari Pusat

“Koperasi Induk Tembakau Madura Sejahtera harus menjadi rumah besar bagi petani. Tujuannya jelas untuk meningkatkan posisi tawar mereka agar setara dengan pelaku industri besar,” kata Ferry di sela acara pengukuhan.

Senada dengan Menkop, Pembina KITMAS Khairul Umam menjelaskan bahwa fokus utama koperasi ini adalah pada aspek pembiayaan dan stabilisasi harga. KITMAS akan masuk dalam skema pembiayaan produksi hasil tembakau untuk menyerap panen petani dengan harga yang pantas dan kompetitif.

Penguatan KITMAS tidak berdiri sendiri. Pemerintah tengah mengintegrasikan koperasi-koperasi sektoral seperti ini ke dalam jaringan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih. Ini merupakan program strategis nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan kemandirian ekonomi dari desa.

Baca Juga:  Koperasi Bakal Jadi Motor Penyediaan Hunian Layak untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Perkotaan

Berdasarkan data kementerian, progres pembangunan fisik infrastruktur pendukung koperasi ini sangat masif, antara lain:

  • Target Total: Lebih dari 30.000 unit gudang dan sarana pendukung di seluruh Indonesia.
  • Status Saat Ini: Sekitar 1.000 unit telah rampung 100 persen.
  • Target Operasional: Seluruh infrastruktur ditargetkan selesai pada Mei 2026.

Ferry memastikan bahwa produk tembakau dari Madura dan produk lokal lainnya akan menjadi prioritas untuk dipasarkan melalui jaringan Kopdes Merah Putih yang tersebar di pelosok negeri.

“Ini adalah momentum langka, ketika pemerintah memiliki keberpihakan kuat terhadap koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional,” tegas Ferry.

Pemerintah juga berkomitmen membuka keran modal seluas-luasnya. Melalui dukungan pembiayaan perbankan, koperasi desa kini didorong untuk tidak sekadar menjadi penonton, tetapi menjadi pemain utama dalam ekonomi lokal. (*)

TEMANISHA.COM