TOPMEDIA-Stadion Segiri di Samarinda kembali menunjukkan reputasinya sebagai tempat yang sulit ditaklukkan bagi Persebaya Surabaya.
Bermain pada Sabtu (7/3) malam, tim berjuluk Bajol Ijo harus pulang dengan kekalahan telak 1-5 dari tuan rumah Borneo FC.
Sejak awal pertandingan, atmosfer Stadion Segiri terasa tidak bersahabat bagi Persebaya.
Tim berjuluk Pesut Etam tampil dominan dan langsung menekan sejak peluit kick-off dibunyikan.
Juan Villa menjadi bintang kemenangan Borneo FC dengan mencetak dua gol pada menit ke-15 dan menit ke-59.
Keunggulan tuan rumah semakin melebar lewat gol Mariano Peralta pada menit ke-62, disusul Koldo Obleta pada menit ke-68.
Marcos Astina kemudian menutup pesta gol Borneo FC pada masa tambahan waktu menit ke-90+3.
Persebaya hanya mampu mencetak satu gol hiburan melalui Leo Lelis pada menit ke-73 setelah memanfaatkan bola muntah di depan gawang.
Dominasi Borneo FC terutama terlihat di lini tengah. Juan Villa dan rekan-rekannya mampu menguasai permainan serta mengungguli lini tengah Persebaya yang diisi Bruno Moreira dan kawan-kawan.
Tekanan bertubi-tubi membuat lini belakang Persebaya tampak gugup setiap kali tuan rumah membangun serangan.
Situasi tersebut membuat pertahanan tim tamu mudah ditembus.
Gol demi gol pun bersarang di gawang yang dijaga Ernando Ari, memperlihatkan betapa sulitnya Persebaya keluar dari tekanan di Stadion Segiri.
Kemenangan besar ini membuat Borneo FC semakin mendekati puncak klasemen sementara.
Pesut Etam kini hanya terpaut satu poin dari pemuncak klasemen, Persib Bandung, dengan koleksi 54 poin.
Bagi Persebaya, laga ini kembali menegaskan angkernya Stadion Segiri. Alih-alih membawa pulang poin,
Green Force justru harus menerima kekalahan telak dalam atmosfer kandang Borneo FC yang begitu menekan.



















