TOPMEDIA – Lebaran sebentar lagi, segala persiapan mudik pasti telah disiapkan pemudik, oleh karena itu berikut disampaikan informasi biaya tol dari Jakarta hingga Surabaya.
Bagi pemudik dari Jakarta-Surabaya lewat tol Trans Jawa wajib menyiapkan dana agar tidak sampai kekurangan saldo e-Toll. Biar aman dalam perjalanan, isi saldo minimal segini.
Ada 143,9 juta orang diprediksi bakal melakukan perjalanan mudik Lebaran pada tahun ini. Angkanya tercatat menurun 1,75 persen dibandingkan dengan jumlah pada tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah memperkirakan akan ada 3,6 juta kendaraan meninggalkan wilayah Jabodetabek pada periode mudik Lebaran 2026, dan Tol Trans Jawa masih jadi favorit.
Dari angka ini, 50 persen akan menuju arah timur melalui ruas Trans Jawa dan Bandung. Kemudian, dari 50 persen kendaraan akan bergerak ke arah timur sekitar 57 persen akan melanjutkan perjalanan ke Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Sedangkan 43 persen lainnya diperkirakan menuju Bandung melalui Tol Cipularang.
Bagi pemudik yang menuju Surabaya salah satu hal yang perlu disiapkan adalah saldo e-Toll. Jangan sampai kekurangan saldo karena dapat menghambat perjalanan.
Perjalanan dari Jakarta ke Surabaya untuk aman paling tidak saldo e-Toll minimal Rp 975.000. Sejatinya, tarif Jakarta-Surabaya sampai dengan GT Warugunung itu Rp 935.500.
Untuk lebih aman lagi ada baiknya saldo e-Toll tersebut dilebihkan. Untuk lebih lengkapnya, berikut ini rincian tarif tol Jakarta-Surabaya.
Berikut ini rincian tarif tol Jakarta-Surabaya
1. Tol Jakarta-Cikampek: Rp 27.000
2. Tol Cikopo-Palimanan: Rp 132.000
3. Tol Palimanan-Kanci: Rp 13.500
4. Tol Kanci-Pejagan: Rp 31.500
5. Tol Pejagan-Pemalang: Rp 66.000
6. Tol Pemalang-Batang: Rp 53.000
7. Tol Batang-Semarang: Rp 144.500
8. Tol Semarang ABC: Rp 6.000
9. Tol Semarang-Solo: Rp 92.000
10. Tol Solo-Ngawi: Rp 163.500
11. Tol Ngawi-Kertosono: Rp 102.000
12. Tol Kertosono-Mojokerto: Rp 55.000
13. Tol Mojokerto-Surabaya: Rp 43.500
Perlu juga diingat agar tidak mengganti kartu e-Toll. Sebab, sejumlah ruas menerapkan sistem tertutup.
Untuk diingat dilansir laman resmi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), di ruas tol dengan sistem tertutup pengendara harus menggunakan satu kartu e-Toll yang sama saat tap masuk dan keluar.
Maka, saat pertama masuk belum melakukan pembayaran, tap di gardu awal yang dilakukan hanya untuk membuka palang atau portal.
Pengendara selalu diimbau untuk selalu ingat dalam menggunakan satu uang elektronik yang sama saat melakukan tapping pertama dan terakhir. (*)



















