Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Satpol PP Surabaya Pertebal Pengamanan, Halau Serbuan Pengemis Luar Kota Jelang Lebaran dan Idul Fitri

×

Satpol PP Surabaya Pertebal Pengamanan, Halau Serbuan Pengemis Luar Kota Jelang Lebaran dan Idul Fitri

Sebarkan artikel ini
Satpol PP Surabaya perketat pengamanan lokasi keramaian di Surabaya untuk mengantisipasi pengemis. (Foto: istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Surabaya mulai menjadi magnet bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Mengantisipasi serbuan pengemis musiman yang rutin membanjiri Kota Pahlawan setiap Ramadan seperti saat ini, Satpol PP Kota Surabaya resmi melakukan penebalan personel dan pemetaan titik rawan.

Langkah ini diambil bukan sekadar untuk menjaga estetika kota, melainkan demi menjaga ketenteraman dan ketertiban umum (trantibum) di tengah kekhusyukan masyarakat beribadah.

HALAL BERKAH

Kepala Bidang Pengendalian Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Surabaya, Mudita Dhira Widaksa, mengungkapkan bahwa fenomena pengemis musiman ini memiliki pola yang berulang.

Mayoritas dari mereka bukanlah penduduk asli Surabaya, melainkan warga luar kota yang datang mengadu peruntungan dengan memanfaatkan kemurahan hati warga kota di bulan suci.

Baca Juga:  Bareskrim Sita Dokumen dan Data Digital dalam Kasus Dugaan Fraud Dana Syariah

“Biasanya menjelang Lebaran, sebagian besar bukan warga Surabaya. Mereka datang untuk mencari peruntungan dengan memanfaatkan belas kasihan masyarakat,” ujar Mudita saat dikonfirmasi, Kamis (5/3).

Ia mengatakan, Satpol PP telah menandai sejumlah zona merah yang menjadi favorit para pengemis.

Fokus pengawasan diperketat di kawasan wisata religi dan masjid besar, antara lain di Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel, Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya dan Masjid Al-Falah Surabaya. Selain itu juga di persimpangan jalan utama dan lampu merah berintensitas tinggi.

Tak ingin bekerja sendiri, Satpol PP menggandeng TNI-Polri serta jajaran kecamatan dan kelurahan untuk melakukan patroli rutin. Namun, penanganan pengemis kali ini dipastikan lebih manusiawi dan terintegrasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) serta DP3A-PPKB.

Baca Juga:  Merasa Bersalah dengan Pernyataannya, Anggota DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo Mengundurkan Diri

Mudita menjelaskan, skema penanganan pengemis dibedakan berdasarkan latar belakang KTP dan usia. Untuk warga Surabaya dewasa akan langsung dibawa ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih untuk pendataan dan pembinaan keterampilan.

Untuk anak di bawah umur yang warga Surabaya akan diarahkan ke Rumah Perubahan di bawah naungan DP3A-PPKB guna mendapatkan pendampingan psikologis dan pembinaan khusus.

Sedangkan khusus untuk pengemis warga luar kota akan ditampung sementara di Liponsos, kemudian dikoordinasikan dengan Dinsos Provinsi Jawa Timur untuk proses pemulangan (repatriasi) ke daerah asal.

Pemkot Surabaya juga mengajak partisipasi aktif warga. Mudita mengimbau agar masyarakat tidak memberikan uang secara langsung di jalanan, karena hal tersebut justru menyuburkan praktik meminta minta.

Baca Juga:  Perputaran Uang Saat Libur Nataru Diperkirakan Tembus Rp 107,5 Triliun

“Jika menemukan anjal (anak jalanan, Red) atau pengemis di fasilitas umum, fasilitas sosial, maupun lampu merah, silakan hubungi Call Center 112. Petugas kami akan segera meluncur ke lokasi untuk menindaklanjuti,” tegasnya.

Dengan pengawasan berlapis ini, diharapkan Surabaya tetap nyaman bagi para pemudik dan warga yang ingin beribadah, tanpa terganggu oleh aktivitas PMKS yang kian menjamur di penghujung Ramadan. (*)

TEMANISHA.COM