TOPMEDIA – Mantan istri Ruben Onsu, Sarwendah harus merayakan Imlek dengan sangat sederhana. Imlek tahun ini terasa berbeda bagi Sarwendah, hal ini lantaran masih dalam kedukaan usai ayahnya meninggal dunia.
Kendati begitu, Sarwendah tetap bersyukur bisa berkumpul dengan keluarga meski tanpa perayaan meriah seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Imlek hari ini senang ngumpul bareng keluarga, gak ada acara yang kayak gimana, gak boleh ada perayaan terlalu bagaimana karena kebetulan kan Yeye (ayah) belum sampai satu tahun gitu (meninggal), tapi ngumpulnya paling cuma bareng keluarga inti sama orang-orang terdekat aja gitu,” kata Sarwendah, Selasa (17/2/2026) malam.
Ibu tiga anak ini tetap melakukan tradisi berbagi angpao meski masih berduka. Namun, ada penyesuaian situasi dengan kepercayaan keluarga.
“Terus kemarin sudah berdiskusi akhirnya gitu dengan apa kepercayaan masing-masing gitu. Ya kalau misalnya gimana nih, boleh gak kita bagi angpao atau dapat angpao gitu? Katanya akhirnya udah tanya sana-sini karena kan ini tradisi ya. Udah katanya, ‘Oh ya boleh, tapi gak boleh pakai amplop merah,’ ungkapnya.
Tak hanya amplop yang menjadi pantangan, ia juga menghindari busana dengan nuansa perayaan Imlek.
“Terus boleh makan-makan tapi sama keluarga, sama ya udah orang sekitar aja gitu, tapi gak boleh pakai baju warna terlalu merah gitu, makanya hari ini biru. Gitu,” jelasnya.
Kebiasaan keluarga Sarwendah dalam perayaan Imlek selalu menghadirkan barongsai untuk memeriahkan suasana Tahun Baru China di rumah. Namun, tahun ini tradisi tersebut ditiadakan.
“Jadi kayak gak boleh ada barongsai di rumah. Kan biasa pasti ada barongsai tuh. Nah, ini kebetulan kemarin pas kita malam kan sebelum Sinchia ada malam makan-makan keluarga juga gitu. Itu di restorannya ada barongsai gitu. Jadi udah dikasih tahu anak-anak juga gak boleh barongsainya lagi, gak bisa kita ajak ke rumah ya gitu,” tuturnya.
“Iya, tanpa barongsai, tanpa busana merah, tanpa angpao merah gitu,” tegasnya.
Mantan personel girl band Cherrybele itu mengaku tak melakukan hal spesial. Biasanya ibunda atau Nai Nai tidak memasak beberapa menu.
“Persiapannya gak ada persiapan yang gimana-gimana. Pasti kan kalau misalnya tiap Imlek pasti Nai Nai masak shabu-shabu, kue lapis, biar rezekinya berlapis-lapis. Tapi shabu-shabunya boleh, kalau kue lapisnya Nai Nai gak boleh bikin kue lapis,” tuturnya.
“Jadi akhirnya kita yang dikasih aja karena katanya kan kebetulan Yeye belum setahun, jadi gak boleh bikin kue lapis dulu gitu. Tapi pasti makanan wajib yang selalu ada pasti shabu-shabu gitu,” jelas Sarwendah.
Sarwendah pun memberi pengertian kepada anak-anaknya terkait perayaan Imlek yang berbeda tahun ini. “Kan waktu itu juga pada saat acara Yeye juga mereka ngerti. Terus udah dikasih tahu juga, ‘Oh ya Yeye belum setahun ya,’ gitu. Ya mengerti sih mereka,” ungkapnya. (*)



















