Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
SPORTAINMENT

Sama dengan Indonesia, Negara Terkecil yang Lolos Piala Dunia Ini Banyak Dihuni Diaspora

×

Sama dengan Indonesia, Negara Terkecil yang Lolos Piala Dunia Ini Banyak Dihuni Diaspora

Sebarkan artikel ini
Timnas Curacao merayakan kelolosan mereka ke Piala Dunia untuk kali pertama. (Foto: istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Lolosnya Curacao ke Piala Dunia 2026 menjadi sorotan bagi pecinta sepak bola tanah air. Sebagai negara terkecil di dunia, kelolosan itu tak lepas dari berkah ganti pelatih.

The Guardian mengupas soal Curacao lolos ke Piala Dunia 2026. Negara kepulauan di lautan Karibia ini hanya dihuni 150 ribu penduduk dan luasnya hanya 444 km persegi. Sebagai perbandingan, luas Jakarta adalah 600-an km persegi.

HALAL BERKAH

Timnas Curacao mampu menahan imbang Jamaika 0-0 di Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona CONCACAF (Amerika Utara, Tengah, dan Karibia) dan berhak jadi pemuncak klasemen dengan 12 poin.

Seperti diketahui, Curacao bekas koloni Belanda dan sudah merdeka di tahun 2010. Meski begitu, mereka tetap masuk wilayah Kerajaan Belanda.

Jadi tak heran jika di negeri itu, aroma Belanda kental pada skuad pemainnya. Banyak pemain Curacao berdarah Belanda, dan banyak yang berlaga di liga-liga Belanda.

Baca Juga:  Erick Thohir Bantah Penunjukan Nova Arianto Tidak Prosedural

Timnas Curacao telah melalui banyak pergantian pelatih. Sejak tahun 2015, Timnas Curacao sudah pernah dilatih oleh empat pelatih asal Belanda. Mereka adalah Patrick Kluivert, Guus Hiddink, Art Langeler, dan terakhir adalah Dick Advocaat. Nama terakhirlah yang jadi pembeda.

Advocaat sebelum menyepakati melatih dirinya meminta federasi sepak bola Curacao membenahi gaji pemain di Timnas, Advocaat dikontrak jadi pelatih sejak Januari 2024.

Setelah selesai, Advocaat baru bekerja. Dirinya memantau seluruh pemain Curacao yang kebanyakan diaspora.

Advocaat memantau pemain-pemain keturunan berdarah Curacao di Benua Biru. Itu termasuk bek Arsenal, Jurrien Timber dan striker Bournemouth, Justin Kluivert.

Pelatih berusia 78 tahun itu juga memantau para pemain muda keturunan Curacao untuk bisa segera ‘dinaturalisasi’.

Baca Juga:  Reaksi Manajemen Persib soal Bojan Hodak Masuk Bursa Pelatih Timnas

Menurut penyerang sayap Curacao, Kenji Gorr, Dick Advocaat adalah sosok pelatih yang berbeda dari sebelumnya.

Gorre menjelaskan bahwa Advocaat mampu memoles para pemain untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya dan memberikan kepercayaan besar.

“Begitu dia datang, dia membawa banyak pengalaman. Kepercayaannya pada kami dan juga pada impian kami menunjukkan potensi yang dia lihat, saya sangat bersyukur dia menerima pekerjaan ini. Sekarang kami menjalani takdir yang telah kami capai, main di Piala Dunia,” jelasnya.

Advocaat pelatih beperpengalaman, ia sudah lama bekerja sebagai pelatih, sejak tahun 1989. Advocaat pernah melatih klub-klub Eredivisie, sampai pernah tangani Timnas Belanda, UEA, Korea Selatan, Belgia, Rusia, dan Serbia.

Di laga akhir versus Jamaika sebenarnya Dick Advocaat tidak bisa mendampingi tim karena masalah keluarga sehingga harus balik ke Belanda. Para pemain memakluminya. “Ini kabar buruk bagi kami, tapi kami mengerti kalau keluarga adalah prioritas utama,” kata kiper Curacao, Eloy Room sebelum laga kontra Jamaika.

Baca Juga:  Prabowo Lepas 200 Atlet Ke Thailand

“Tapi hal itu tidak akan mengubah mimpi kita untuk lolos ke Piala Dunia, kami sudah berjuang bersama dan akan melangkah bersama. Pelatih kami tidak perlu khawatir,” tutup Room yang kemudian mimpi itu jadi nyata.

Ada ‘mukjizat’ bagi Curacao, yakni jatah dari Zona CONCACAF yang bertambah karena AS, Kanada, dan Meksiko sudah otomatis lolos sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026. Jumlah peserta tim di Piala Dunia tahun depan juga bertambah dari 32 jadi 48 tim. (*)

TEMANISHA.COM