Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ECONOMY & FINANCE

Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Purbaya: Kita Punya Pengalaman Hadapi Krisis

×

Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Purbaya: Kita Punya Pengalaman Hadapi Krisis

Sebarkan artikel ini
toplegal

TOPMEDIA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat tidak panik menyikapi pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menembus angka Rp17.000 per dolar AS pada Senin (9/3) pagi. Ia menegaskan kondisi perekonomian nasional masih berada dalam situasi yang baik, meskipun pada saat yang sama Indeks Harga Saham Gabungan sempat mengalami penurunan.

Saat ditemui di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Purbaya menilai gejolak pasar merupakan hal yang bisa dihadapi pemerintah karena Indonesia memiliki pengalaman panjang menghadapi berbagai krisis ekonomi.

HALAL BERKAH

“Teman-teman enggak usah takut, kami sudah punya pengalaman dan pengetahuan yang cukup untuk memitigasi segala gejolak yang terjadi,” kata Purbaya di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (9/3).

Baca Juga:  Misi Dagang Jatim-Jateng Perdana Catat Komitmen Transaksi Jumbo Rp 3,15 Triliun

Menurutnya, melemahnya rupiah dan penurunan IHSG lebih banyak dipicu oleh persepsi sebagian pihak yang menilai ekonomi Indonesia sedang dalam kondisi buruk. Padahal, ia menegaskan situasi sebenarnya justru menunjukkan arah pertumbuhan.

“Ekonomi sedang ekspansi, daya beli kita jaga mati-matian, dan boro-boro krisis, resesi saja belum. Melambatnya aja belum. Kita masih ekspansi, masih akselerasi. Itu yang kita jaga terus dalam beberapa minggu ke depan,” kata dia.

Purbaya juga mengingatkan para investor agar tidak terlalu khawatir dengan kondisi pasar saat ini. Ia memastikan pemerintah terus menjaga stabilitas serta fondasi perekonomian nasional agar tetap kuat.

Selain itu, pemerintah disebut telah memiliki pengalaman menghadapi berbagai krisis ekonomi di masa lalu, sehingga lebih siap mengantisipasi gejolak yang mungkin muncul.

Baca Juga:  Cegah Saham Gorengan, BEI Naikkan Standar IPO Perusahaan

“Kita sudah tahu krisis 1998 apa penyebabnya, kita terapkan di 2008-2009 ketika global jatuh kita tumbuh bagus kan, 2020 kita jaga juga ekonominya dengan kebijakan yang pas,” kata dia. (*)

TEMANISHA.COM