TOPMEDIA – Gelombang demonstrasi menentang konflik di Timur Tengah terjadi di berbagai wilayah Spanyol. Ribuan warga turun ke jalan di lebih dari 150 kota untuk menyuarakan tuntutan agar kekerasan di kawasan tersebut segera dihentikan serta semua pihak mematuhi hukum internasional. Aksi ini dilaporkan oleh koresponden RIA Novosti pada Sabtu (14/3).
Di ibu kota Madrid, aksi massa menjadi salah satu yang terbesar. Sekitar 5.000 orang berkumpul di sekitar Stasiun Atocha, berdasarkan informasi dari sumber penegak hukum setempat. Dari lokasi tersebut, para demonstran kemudian bergerak menuju area dekat Pusat Seni Museum Nasional Ratu Sofia, sebuah tempat yang dikenal luas karena menyimpan lukisan anti-perang terkenal berjudul Guernica karya Pablo Picasso.
Selama aksi berlangsung, para peserta demonstrasi menyuarakan berbagai slogan yang menentang perang dan campur tangan militer. Mereka meneriakkan kalimat seperti “Tidak untuk perang”, “Tidak untuk NATO”, serta “Siapa yang memutuskan di sini? Rakyat Iran”. Seruan-seruan tersebut menggema di sepanjang rute aksi dan mencerminkan kemarahan sebagian masyarakat terhadap eskalasi konflik yang terjadi di Timur Tengah.
Aksi protes ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang digelar serentak di berbagai kota. Para demonstran juga membawa spanduk dan meneriakkan slogan “Hentikan Perang di Timur Tengah. Jangan Lupakan Gaza”, sebagai bentuk solidaritas terhadap korban konflik di kawasan tersebut. Kegiatan ini didukung oleh lebih dari seratus organisasi masyarakat sipil serta sejumlah partai politik di Spanyol.
Dalam sebuah pernyataan tertulis yang dibacakan saat aksi berlangsung, para peserta demonstrasi menegaskan sikap mereka terhadap operasi militer yang terjadi di kawasan tersebut. Mereka menyatakan bahwa tidak ada alasan yang dapat membenarkan pemboman yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel, yang menurut mereka berpotensi memperburuk situasi keamanan regional maupun global.
“Tidak ada yang membenarkan pemboman brutal AS dan Israel yang menimbulkan ancaman serius bagi perdamaian kawasan dan keamanan global … Kami mendesak semua demokrat untuk mengutuk agresi ini, menjunjung tinggi hukum internasional, dan mengupayakan perdamaian yang adil dan langgeng di Kawasan Timur Tengah termasuk mengakhiri genosida di Gaza,” demikian bunyi deklarasi tertulis para demonstran.
Selain di Madrid, aksi serupa juga berlangsung di sejumlah kota besar lainnya seperti Barcelona, Seville, Zaragoza, Santander, dan Cordoba. Di kota-kota tersebut, masyarakat juga berkumpul di ruang publik untuk menyuarakan tuntutan serupa: menghentikan konflik dan mendorong terciptanya perdamaian.
Menjelang aksi tersebut, pada Jumat (13/3), Kedutaan Besar Amerika Serikat di Spanyol mengeluarkan imbauan kepada warganya agar berhati-hati dan menghindari kerumunan atau acara besar. Pihak kedutaan memperingatkan bahwa situasi protes dapat berubah dengan cepat seiring meningkatnya ketegangan akibat konflik yang sedang berlangsung.
Ketegangan di Timur Tengah sendiri meningkat setelah Iran melancarkan serangan ke wilayah Israel serta sejumlah target militer Amerika Serikat di kawasan tersebut. Serangan itu disebut sebagai balasan atas operasi militer gabungan yang sebelumnya diluncurkan oleh AS dan Israel pada 28 Februari.
Pada hari pertama operasi militer tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan gugur. Selain itu, sebuah sekolah perempuan di wilayah selatan Iran juga dilaporkan menjadi sasaran pengeboman. Menurut perkiraan pemerintah Iran, jumlah korban tewas akibat rangkaian serangan tersebut telah melampaui 1.300 orang.
Situasi ini memicu kekhawatiran global karena dikhawatirkan dapat memperluas konflik di kawasan Timur Tengah. Aksi demonstrasi di Spanyol pun menjadi salah satu bentuk tekanan publik internasional yang mendesak agar perang segera dihentikan dan upaya diplomasi kembali diutamakan. (*)



















