Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Ribuan Jemaah Padati Balai Kota Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi Serukan Persatuan di Salat Idulfitri 1447 H

×

Ribuan Jemaah Padati Balai Kota Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi Serukan Persatuan di Salat Idulfitri 1447 H

Sebarkan artikel ini
Pelaksanaan salat dimulai tepat pukul 06.00 WIB dengan imam Muhammad Anwari. Sementara itu, khotbah Idulfitri disampaikan oleh Abdul Kadir Riyadi.
toplegal

TOPMEDIA-Ribuan jemaah memadati halaman Balai Kota Surabaya untuk melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah pada Sabtu pagi (21/3/2026). Lantunan takbir menggema sejak pagi, menciptakan suasana khidmat di pusat pemerintahan Surabaya di bawah cuaca cerah.

Pelaksanaan salat dimulai tepat pukul 06.00 WIB dengan imam Muhammad Anwari. Sementara itu, khotbah Idulfitri disampaikan oleh Abdul Kadir Riyadi yang memberikan pesan spiritual sekaligus ajakan untuk memperkuat nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.

HALAL BERKAH

Dalam sambutannya, Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan bahwa persatuan merupakan fondasi utama dalam membangun kemajuan Kota Pahlawan. Ia berharap nilai kebersamaan yang telah terjalin selama bulan Ramadan dan Idulfitri dapat terus diterapkan dalam kehidupan sosial maupun pekerjaan sehari-hari.

Baca Juga:  Kucurkan Anggaran Rp118 Miliar, Surabaya Gaspol Jadi Barometer PAUD Nasional

Menurutnya, kekuatan sebuah bangsa sangat bergantung pada kohesi sosial masyarakatnya. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh warga untuk mengesampingkan kepentingan pribadi demi kepentingan bersama.

“Persatuan itu lebih penting. Kita harus bekerja bersama, bukan berjalan sendiri-sendiri. Bukan mencari siapa yang paling populer, tetapi bagaimana kebersamaan mampu menghasilkan manfaat besar bagi bangsa dan negara,” tegasnya.

Selain menekankan pentingnya persatuan, Wali Kota yang akrab disapa Cak Eri juga mengapresiasi sikap toleransi warga Surabaya dalam menyikapi perbedaan. Ia mencontohkan bagaimana perayaan Idulfitri yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi dapat berlangsung dengan harmonis.

Menurutnya, masyarakat yang melaksanakan takbiran di masjid menunjukkan sikap saling menghormati kepada umat Hindu dengan tidak menggunakan pengeras suara di luar serta tidak menggelar takbir keliling di sekitar tempat ibadah umat Hindu.

Baca Juga:  Rumah Bank Sampah dan Rumah Cacing Jadi Percontohan Lingkungan Bersih di Surabaya

Terkait perbedaan waktu pelaksanaan Salat Idulfitri di sejumlah kalangan, Eri Cahyadi meminta masyarakat untuk tidak menjadikannya sebagai sumber perdebatan yang berpotensi memecah belah persatuan. Ia menilai perbedaan merupakan hal yang wajar dan harus dihormati sebagai bagian dari keberagaman.

Ia juga berharap semangat toleransi dan nilai keimanan yang telah terjaga di Surabaya dapat terus diperkuat demi masa depan kota yang lebih harmonis dan sejahtera.

“Inilah momentum yang harus kita jaga. Dengan kerukunan, Surabaya akan menjadi kota yang penuh berkah, sejahtera, dan masyarakatnya hidup bahagia,” ujarnya.

Sementara itu, dalam khotbahnya, Abdul Kadir Riyadi menguraikan empat pilar misi kemanusiaan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW sebagai landasan membangun bangsa dan peradaban. Ia menegaskan bahwa tanpa perdamaian, berbagai sektor kehidupan seperti pendidikan, ekonomi, dan pelayanan publik tidak dapat berjalan dengan baik.

Baca Juga:  Tiga Bersaudara di Kutisari Surabaya Jadi Korban Kekerasan Ayahnya, Pemkot Berikan Perlindungan

Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan Surabaya sebagai kota yang menyebarkan nilai-nilai positif seperti kedamaian, ketenteraman, dan keamanan yang berkelanjutan.

Pelaksanaan Salat Idulfitri di halaman Balai Kota Surabaya kemudian ditutup dengan sesi ramah tamah serta saling memaafkan antarjemaah. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di jantung Kota Pahlawan, menandai semangat persatuan yang terus dijaga oleh masyarakat.

TEMANISHA.COM