TOPMEDIA – Pemeran, penulis, pemeran dan produser Oki Setiana Dewi rela mondar-mandir Indonesia-Mesir. Pesohor kelahiran 13 Januari 1989 mulai dikenal setelah berperan sebagai Anna dalam film Ketika Cinta Bertasbih pada 2009.
Pada 2016, Oki mendirikan Yayasan Maskanul Huffadz untuk memberikan beasiswa dan tempat tinggal bagi anak-anak muslimah berstatus yatim, piatu, dan duafa.
Oki Setiana Dewi kini menjalani kehidupan dengan mobilitas super tinggi hingga layak disebut sebagai ‘manusia udara’. Ia memilih menetap di Mesir untuk menempuh pendidikan.
Kakak Ria Ricis ini rela menempuh perjalanan lintas benua dalam waktu singkat demi menyeimbangkan peran sebagai ibu, pendakwah, pengusaha dan mahasiswi.
Oki menceritakan dirinya bahkan kerap pulang ke Indonesia hanya untuk memanfaatkan waktu weekend atau libur akhir pekan bersama keluarga. Jadwalnya diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu kewajibannya menuntut ilmu di Universitas Al-Azhar, Kairo.
“Sekarang kayaknya banyak hidup di udara ya, banyak di pesawat,” ungkap Oki Setiana Dewi di Studio Rumpi: No Secret TransTV, Jakarta Selatan, Senin (2/2/2026).
Penulis kondang itu menceritakan ritme perjalanannya yang terbilang ekstrem. Oki seringkali terbang dari Mesir setelah selesai kuliah demi mengecek bisnis dan sekolahnya di Indonesia, lalu segera kembali lagi agar tidak bolos kelas.
“Kadang-kadang saya pulang ke Indonesia tuh weekend. Jadi kalau di Mesir itu kan libur sekolah hari Jumat, Sabtu. Jadi biasanya Kamis sore sudah ke bandara mau pulang ke Indonesia, kuliah dulu pagi. Kamis sorenya ke bandara, nanti hari Sabtu malamnya sudah terbang lagi ke Mesir. Jadi Minggu paginya sudah bisa kuliah lagi,” jelasnya.
Menjalani hidup nomaden antarnegara jelas menguras tenaga. Oki tak menampik rasa lelah fisik yang dideritanya. Namun, pertemuan dengan keluarga dan jamaah menjadi bensin tersendiri baginya.
“Banyak orang yang nanya, ‘Ummi Oki pergi dari sini pindah satu kota, pindah satu wilayah, memangnya nggak capek?’ Capek. Tapi saya pikir kalau kita happy, ya happy kan ketemu orang-orang,” tuturnya.
Mobilitas Oki juga dibarengi dengan tanggung jawab besar menjaga sang ibunda. Dalam perjalanan safari dakwah dan survei kampus ke Inggris baru-baru ini, Oki turut membawa ibunya. Hal ini menjadi tantangan tersendiri mengingat riwayat kesehatan sang ibu.
“Ibu punya riwayat heart attack ya berapa tahun lalu, sempat serangan jantung, berhenti napas, henti jantung. Jadi saya sebenarnya sangat suka kalau Ibu tuh selalu pergi sama saya, tapi tiap berapa menit saya selalu tanya, ‘Are you okay? Ibu capek nggak?’ Khawatir kenapa-napa,” cerita Oki.
Oki bersyukur perjalanan 4 hari di UK berjalan lancar dan sang ibu merasa bahagia. Kini, Oki hanya singgah 3 hari di Jakarta untuk mengurus pesantren dan bisnisnya sebelum kembali meluncur ke Malaysia untuk dakwah dan lanjut pulang ke Mesir.
“Saya nggak mau bolos kuliahnya. Karena kalau kita bolos kita ketinggalan pelajaran banyak banget,” pungkasnya. (*)



















