TOPMEDIA – Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi jika berani melakukan reformasi perdagangan secara ambisius.
International Monetary Fund (IMF) dalam laporan Selected Issues Paper bertajuk Golden Vision 2045: Reaping the Gains from Trade menyebut liberalisasi perdagangan dan reformasi struktural dapat mendorong produk domestik bruto (PDB) riil Indonesia naik hingga 4,1% dibandingkan baseline.
IMF menekankan bahwa memperdalam integrasi perdagangan dengan mitra regional maupun global adalah strategi penting menuju status negara berpendapatan tinggi pada 2045.
Namun, kontribusi ekspor neto terhadap pertumbuhan selama beberapa tahun terakhir masih terbatas.
Hambatan non-tarif (NTBs) di Indonesia dinilai relatif tinggi dibandingkan negara peers, meski tarif impor sudah menurun bertahap.
Penghapusan NTBs seperti inspeksi pra-pengapalan, pembatasan pelabuhan masuk, persetujuan impor, dan sertifikasi nasional berpotensi mendorong PDB hingga 5%, menurut simulasi World Bank (2023).
Selain liberalisasi perdagangan, IMF menekankan pentingnya reformasi struktural, khususnya perbaikan logistik dan peningkatan kualitas modal manusia.
Peningkatan skor logistik dari persentil 25 ke 75 negara emerging markets dikaitkan dengan kenaikan ekspor barang sekitar 13%.
Kemudian peningkatan indikator human capital dari persentil 25 ke 75 berpotensi meningkatkan ekspor jasa modern, seperti teknologi informasi dan keuangan, hingga 9%.
“Pengurangan hambatan non-tarif dari perjanjian antar anggota ASEAN diperkirakan dapat meningkatkan ekspor bilateral rata-rata sebesar 15,5% untuk barang dan 17,3% untuk jasa,” tulis IMF dalam laporan tersebut.
Reformasi perdagangan yang ambisius tidak hanya menurunkan biaya transaksi, tetapi juga memperluas keunggulan komparatif Indonesia ke sektor manufaktur berorientasi rantai pasok global dan jasa modern bernilai tambah tinggi.
IMF menilai estimasi kenaikan PDB 4,1% masih bisa lebih besar jika Indonesia memperkuat integrasi rantai nilai global dan menarik lebih banyak investasi asing langsung.
Dengan reformasi perdagangan dan struktural yang konsisten, Indonesia berpeluang mempercepat langkah menuju visi negara berpendapatan tinggi pada 2045. (*)



















