Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
INTERNATIONAL

Refleksi 130 Tahun, Diaspora Jawa di Kaledonia Baru Teguhkan Identitas

×

Refleksi 130 Tahun, Diaspora Jawa di Kaledonia Baru Teguhkan Identitas

Sebarkan artikel ini
toplegal

TOPMEDIA – Peringatan 130 tahun kedatangan pekerja Jawa di Kaledonia Baru menjadi ajang refleksi bagi diaspora Indonesia untuk kembali meneguhkan jati diri mereka. Konsul Jenderal RI di Noumea, Bambang Gunawan, menilai momentum tersebut bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga mengingatkan generasi penerus agar tetap berpegang pada akar budaya Jawa.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Selasa (17/2), Bambang menekankan pentingnya menjaga identitas, meski sebagian besar keturunan Jawa di sana telah lahir dan tumbuh jauh dari tanah leluhur. Ia mengutip pesan sederhana namun bermakna: jangan sampai melupakan jati diri sebagai orang Jawa.

HALAL BERKAH

Keterlibatan KJRI Noumea dalam peringatan ini, lanjutnya, merupakan bentuk komitmen pemerintah Indonesia untuk terus menjalin kedekatan dengan komunitas diaspora di Kaledonia Baru. Ia juga berpesan agar warga negara Indonesia maupun mereka yang telah menjadi warga negara Prancis tetap menjadi warga yang taat hukum dan berkontribusi positif bagi masyarakat setempat.

Baca Juga:  Istri Keempat Raja Thailand Sumbang Satu Emas Cabor Yatch dalam SEA Games 2025

Acara peringatan yang digelar oleh Persatuan Masyarakat Indonesia dan Keturunannya (PMIK) pada Senin itu dihadiri berbagai tokoh penting. Hadir di antaranya perwakilan Komisaris Tinggi Republik Prancis di Kaledonia Baru, Gubernur Provinsi Selatan, unsur Kongres Kaledonia Baru, Wali Kota Noumea, perwakilan pemerintah, pimpinan asosiasi Indonesia, komunitas internasional, serta masyarakat keturunan Jawa.

Momentum ini menandai 130 tahun sejak kedatangan pertama pekerja Jawa pada 16 Februari 1896. Sejak saat itu, komunitas keturunan Jawa terus berkembang dan berbaur dalam kehidupan sosial di Kaledonia Baru tanpa meninggalkan identitas budayanya.

Kini, generasi penerus menunjukkan kemajuan signifikan. Banyak di antara mereka berkiprah sebagai tenaga kesehatan, pendidik, pelaku usaha, hingga menduduki jabatan di pemerintahan setempat. Perkembangan tersebut dinilai sebagai buah dari nilai kerja keras, ketekunan, dan semangat yang diwariskan para pendahulu mereka.

Baca Juga:  Jadi Korban Manipulasi Klinik Estetika, Lansia di Beijing Habiskan Rp 1,1 Miliar

Peringatan ini pun menjadi simbol bahwa sejarah panjang migrasi tidak hanya meninggalkan jejak masa lalu, tetapi juga membentuk generasi yang mampu beradaptasi, berprestasi, dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat tempat mereka tinggal. (*)

TEMANISHA.COM