TOPMEDIA – Momentum Ramadan yang seharusnya menjadi bulan penuh berkah justru dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan digital untuk menjalankan berbagai modus penipuan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat lonjakan signifikan dalam jumlah laporan penipuan selama 10 hari pertama Ramadan 2026, yakni sebanyak 13.130 kasus dengan 22.593 rekening terlapor.
Pjs Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyebut angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya maupun sebelum bulan puasa.
“Selama 10 hari pertama Ramadan ini tercatat 13.130 laporan penipuan. Ini sudah menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun lalu,” ujar Friderica dalam konferensi pers RDKB di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Friderica, yang akrab disapa Kiki, menjelaskan bahwa modus penipuan yang marak terjadi masih berkisar pada tawaran promo belanja online dan hadiah palsu.
Pelaku menyasar konsumen yang aktif berbelanja kebutuhan Lebaran seperti pakaian, aksesoris, dan perlengkapan rumah tangga.
“Penipuan belanja online meningkat karena banyak ibu-ibu mencari kebutuhan Lebaran. Promo palsu ini memanipulasi psikologis korban agar memberikan data pribadi,” jelasnya.
Modus lain yang juga marak adalah tawaran kerja paruh waktu selama Ramadan, yang ternyata digunakan untuk mencuri data pribadi dan membobol akun keuangan korban.
“Kadang kita dikirimi tautan hadiah atau pekerjaan, padahal itu adalah link penipuan. Begitu diklik, data kita bisa diambil,” tambah Friderica.
Meski fokus OJK adalah sektor jasa keuangan, Friderica menyebut pihaknya juga menerima laporan penipuan konvensional seperti transaksi barang yang tidak dikirim. Dalam beberapa kasus, OJK berhasil membantu korban memulihkan dana yang sudah terlanjur ditransfer.
“Kalau penipuan konvensional memang di luar ranah OJK, tapi kami tetap bantu. Alhamdulillah ada beberapa kasus yang uangnya bisa kami selamatkan,” ucapnya.
Sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen (PEPK), Friderica menegaskan pentingnya edukasi dan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai bentuk penipuan digital.
“Kami imbau masyarakat untuk semakin berhati-hati terhadap berbagai penipuan, terutama menjelang Idulfitri,” pungkasnya. (*)



















