TOPMEDIA – Persebaya Surabaya pulang dari Gianyar dengan lebih dari sekadar tiga poin. Kemenangan 3-1 atas Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu (7/2/2026) malam, menjadi penegasan bahwa mentalitas dan kedalaman tim bisa mengalahkan keterbatasan skuad.
Di tengah absennya sejumlah pemain pilar, pelatih Persebaya Bernardo Tavares justru melihat momen ini sebagai ujian karakter. Dan dari ujian itulah, Green Force menunjukkan wajah terbaiknya.
Persebaya tampil tanpa beban, tetapi dengan disiplin yang rapi. Sejak menit awal, mereka tidak datang ke Gianyar untuk bertahan, melainkan untuk mengambil alih permainan. Gol-gol yang dicetak Mihailo Perovic, Alfan Suaib, dan Risto Mitrevski menjadi bukti keberanian itu.
Bernardo Tavares tidak menyebut strategi rumit atau perubahan skema sebagai kunci kemenangan. Baginya, rahasia terbesar justru terletak pada mentalitas para pemain saat berada dalam situasi sulit.
“Hari ini pemain berada di kondisi yang tidak ideal. Banyak yang tidak bisa bermain. Justru di momen seperti itu, mereka menunjukkan permainan terbaik dan membuat perbedaan,” ujar Tavares seusai laga, Sabtu.
Menurut pelatih asal Portugal itu, sikap para pemain baik saat menguasai bola maupun ketika bertahan, menjadi pembeda utama. Persebaya tidak panik ketika ditekan dan tetap disiplin menjaga struktur permainan.
Atmosfer stadion yang dipenuhi suporter Bali United pun tidak membuat timnya gentar. Sebaliknya, tekanan itu justru menjadi bahan bakar.
“Suasananya luar biasa. Bermain di kandang Bali United bukan hal mudah. Tapi saya melihat tim berjuang dengan attitude yang luar biasa di setiap momen pertandingan,” kata Tavares.
Selain mental, Tavares menyoroti detail permainan yang sering luput dari perhatian. Persebaya, menurutnya, mampu memaksimalkan situasi bola mati, terutama tendangan sudut, yang beberapa kali menciptakan peluang berbahaya.
Di babak kedua, intensitas pertandingan meningkat. Bali United mencoba bangkit dan memberi tekanan, bahkan sempat memperkecil ketertinggalan. Namun Persebaya tetap konsisten dengan rencana permainan.
“Kami memang mencetak banyak gol di babak kedua, tapi Bali juga memberi tekanan besar. Ini kemenangan atas tim yang sangat bagus, dengan pemain-pemain berkualitas,” ucap Tavares.
Meski meraih hasil maksimal, kemenangan ini tidak sepenuhnya sempurna. Beberapa pemain Persebaya mengalami cedera selama pertandingan, sesuatu yang disesalkan Tavares mengingat kondisi fisik tim sebelumnya dinilai cukup baik.
Namun bagi sang pelatih, kemenangan di Gianyar tetap menjadi momentum penting bukan hanya di klasemen, tetapi juga untuk membangun kepercayaan diri tim dalam menghadapi fase kompetisi berikutnya.
Di antara nama-nama pencetak gol, Alfan Suaib mencuri perhatian. Pemain muda Persebaya itu tampil tanpa rasa canggung dan menutup penampilannya dengan satu gol penting.
“Alhamdulillah bisa mencetak gol. Terima kasih untuk pelatih yang sudah memberi kepercayaan,” ujar Alfan.
Gol tersebut ia persembahkan untuk orang tua, suporter Bonek dan Bonita, serta para pemain senior yang terus membimbingnya.
Kemenangan di Gianyar akhirnya bukan hanya tentang skor 3-1. Bagi Persebaya, ini adalah cerita tentang mentalitas, keberanian, dan keyakinan pada proses. (*)



















