Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
INTERNATIONAL

Puluhan Ribu Petugas Bandara Tidak Digaji Beberapa Bulan, Bandara AS Porak Poranda

×

Puluhan Ribu Petugas Bandara Tidak Digaji Beberapa Bulan, Bandara AS Porak Poranda

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi petugas TSA Amerika Serikat. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Amerika Serikat (AS) membuat kebijakan penutupan pemerintah sebagian (partial government shutdown) untuk kali kedua sepanjang 2026, dan kini telah memasuki hari ke-32.

Pejabat senior di pemerintahan Donald Trump memberi peringatan dampak jika penutupan ini tak segera berakhir.

HALAL BERKAH

Di kabarkan Reuters, kata pejabat senior tadi, dalam beberapa minggu ke depan, beberapa bandara kecil di AS kemungkinan harus tutup, Rabu (18/3/2026).

Penutupan pemerintah sebagian yang dimulai sejak 14 Februari 2026 telah memaksa 50.000 petugas keamanan bandara (TSA) bekerja tanpa bayaran selama sebulan sejauh ini. Sebanyak 10% dari mereka tidak hadir bertugas pada Minggu (15/3) waktu setempat.

“Seiring berjalannya minggu-minggu berikutnya, jika ini terus berlanjut, tak berlebihan untuk mengatakan bahwa kita mungkin harus benar-benar menutup bandara, terutama bandara yang lebih kecil, jika tingkat ketidakhadiran meningkat,” kata Pelaksana Tugas Wakil Administrator TSA Adam Stahl kepada Fox and Friends di Fox News.

Baca Juga:  1.819 Produk Indonesia Bebas Bea Masuk ke AS

Ketua DPR AS Mike Johnson pada Selasa (17/3), mengatakan bahwa bandara saat ini mencapai titik kritis. Penutupan itu telah mengganggu perjalanan dan mendorong CEO maskapai penerbangan terbesar di negara itu untuk menyerukan pengakhiran yang cepat karena perjalanan liburan musim semi sedang berlangsung.

Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) mengungkapkan, biasanya para pekerja menelepon izin tidak masuk karena sakit atau sengaja membolos dengan persentase kurang dari 2%.

Di Atlanta, New York JFK, dan Houston, tingkat ketidakhadiran untuk bekerja telah mencapai sekitar 20% sejak 14 Februari 2026, ketika pendanaan berakhir.

Terdapat 366 petugaTSA telah meninggalkan tugas selama penutupan pemerintah menurut catatan DHS. Pada Minggu dan Senin, angka ketidakhadiran melonjak lebih dari 50% di Houston dan lebih dari 30% di New Orleans dan Atlanta, dengan para pelancong terkadang harus mengantre selama dua jam atau lebih.

Baca Juga:  Potensi Keuntungan di Tengah Perang Dagang, Ini yang Bisa Dimanfaatkan Indonesia

Bulan Oktober 2025 lalu, penutupan pemerintahan selama 43 hari menyebabkan gangguan penerbangan yang meluas dan FAA memerintahkan pengurangan penerbangan sebesar 10% di bandara-bandara utama.

Pendanaan DHS berakhir pada 13 Februari 2026, setelah Kongres gagal mencapai kesepakatan tentang reformasi penegakan imigrasi yang dituntut oleh Demokrat.

Maskapai penerbangan telah memperkirakan periode perjalanan musim semi memecahkan rekor, dengan 171 juta penumpang diperkirakan akan terbang, naik 4% dari periode dua bulan yang sama tahun lalu.

Kemudian saat ini, beberapa bandara menutup sejumlah pos pemeriksaan keamanan dan yang lainnya berupaya mengumpulkan dana untuk membantu para pekerja TSA untuk membeli makanan atau kebutuhan pokok lainnya karena mereka tidak dibayar. (*)

TEMANISHA.COM