TOPMEDIA — Ribuan barang milik penumpang yang tertinggal di stasiun maupun di atas kereta berhasil diamankan PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya sepanjang Januari–Oktober 2025. Total nilai barang yang ditemukan mencapai Rp1,26 miliar.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, mengatakan layanan lost and found terus diperkuat untuk memastikan barang milik pelanggan dapat ditangani dengan cepat dan akuntabel.
Penumpang yang merasa kehilangan barang dapat melapor melalui kondektur, petugas keamanan (Polsuska), maupun KAI Contact Center 121.
“Setelah menerima laporan, petugas langsung melakukan penelusuran. Jika barang sudah ditemukan, pengembalian dilakukan saat itu juga. Bila membutuhkan waktu lebih lama, perkembangan pencarian akan kami sampaikan berkala kepada penumpang,” ujar Luqman, Selasa (25/11).
Barang-barang yang belum diambil disimpan di Pos Pengamanan KAI di stasiun besar. Untuk proses pengambilan, penumpang wajib menunjukkan identitas diri. Informasi terkait barang temuan juga diumumkan melalui pengeras suara di stasiun.
Khusus makanan olahan, penyimpanan hanya berlangsung maksimal 1 x 24 jam sebelum dimusnahkan demi alasan keamanan.
Seluruh barang temuan diberi label identifikasi, diverifikasi, lalu dimasukkan ke dalam sistem database lost and found KAI yang terintegrasi secara nasional.
“Layanan ini kami hadirkan untuk membantu pelanggan. Namun kami tetap mengimbau penumpang agar selalu waspada dan tidak lengah dalam menjaga barang bawaannya,” kata Luqman. (*)



















