TOPMEDIA – Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sepanjang 2025 dengan memberdayakan lebih dari 46 ribu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Program ini tidak hanya mendukung pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal melalui rantai pasok pangan yang berkelanjutan.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyebut pemberdayaan UMKM dilakukan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kini telah mencapai 19.188 unit, tersebar di 38 provinsi.
“Sebanyak 46 ribu lebih UMKM telah beroperasi sebagai pemasok bahan baku dapur SPPG. Kolaborasi ini menciptakan rantai pasok pangan yang berkelanjutan, memberdayakan usaha kecil, dan memastikan bahan makanan berkualitas sampai ke tangan penerima manfaat,” ujar Dadan di Jakarta, Selasa (6/1/2026).
Dampak Ekonomi dan Sosial
Selain memberdayakan UMKM, program MBG juga menyerap lebih dari 780 ribu tenaga kerja yang aktif dalam operasional dapur, mulai dari persiapan bahan baku hingga distribusi makanan.
Kehadiran SPPG tidak hanya meningkatkan kapasitas dapur, tetapi juga membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat lokal, memperkuat ketahanan keluarga, serta membangun keterampilan di sektor pangan.
“Program SPPG berperan besar dalam pemberdayaan masyarakat. Tenaga kerja yang terserap menjadi bukti nyata bahwa MBG tidak hanya soal gizi, tetapi juga soal kesejahteraan ekonomi,” tambah Dadan.
Hingga kini, sebanyak 55,1 juta penerima manfaat telah merasakan dampak positif MBG. Program ini menyasar balita, anak sekolah, ibu hamil, dan menyusui, dengan tujuan mencegah stunting sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi muda.
Ekonom kesehatan masyarakat, Dr. Lestari Wulandari, menilai program MBG menjadi salah satu fondasi penting menuju visi Indonesia Emas 2045.
“Intervensi gizi sejak dini adalah investasi jangka panjang. Program MBG memastikan anak-anak tumbuh sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan,” jelasnya.
Dengan memberdayakan 46 ribu UMKM, menyerap 780 ribu tenaga kerja, dan menjangkau 55,1 juta penerima manfaat, program ini menjadi salah satu strategi penting pemerintah dalam mencegah stunting dan menyiapkan generasi emas 2045.
“Program ini sangat mendukung tumbuh kembang balita dan anak sekolah, menjaga kesehatan ibu hamil dan menyusui, serta mencegah stunting sebagai fondasi mewujudkan generasi emas 2045,” tutup Dadan. (*)



















