Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
SPORTAINMENT

Prancis Rebut Puncak Peringkat FIFA, Spanyol Tergelincir dari Takhta Dunia

×

Prancis Rebut Puncak Peringkat FIFA, Spanyol Tergelincir dari Takhta Dunia

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi logo FIFA. (Foto: Istimewa/Instagram)
toplegal

TOPMEDIA, JAKARTA – Peta kekuatan sepak bola dunia kembali mengalami pergeseran signifikan. Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) resmi merilis pembaruan daftar peringkat dunia pada Kamis (2/4/2026).

Hasilnya, tim nasional Prancis sukses merebut kembali posisi puncak ranking FIFA sekaligus mengakhiri dominasi Spanyol yang sempat bertahan selama beberapa bulan terakhir.

HALAL BERKAH

Ini merupakan momen bersejarah bagi Les Bleus. Untuk pertama kalinya sejak September 2018, tim asuhan Didier Deschamps itu kembali menyandang status sebagai tim nomor satu dunia.

Keberhasilan Prancis naik dua peringkat ke posisi teratas tak lepas dari performa impresif mereka dalam laga uji coba terakhir, termasuk kemenangan krusial atas Brasil. Prancis kini mengoleksi total 1877,32 poin.

Kenaikan Prancis otomatis menggeser dua raksasa lainnya dengan selisih poin yang sangat tipis.

Spanyol, sang juara Eropa, harus rela turun ke posisi kedua dengan 1876,40 poin. Ambisi La Roja untuk mempertahankan takhta yang mereka kuasai sejak September 2025 kandas setelah ditahan imbang oleh Mesir pada laga ujicoba, Selasa (31/3/2026).

Baca Juga:  Guardiola Sebut Haaland Lebih Unggul, Bantah Klaim Arne Slot soal Isak

Sementara itu, juara Piala Dunia 2022, Argentina, juga harus turun satu anak tangga ke peringkat ketiga dengan raihan 1874,81 poin. Ketatnya jarak poin di posisi tiga besar ini memprediksi persaingan panas menjelang perhelatan Piala Dunia 2026.

Di jajaran elit, Portugal (peringkat 5) berhasil menyalip Brasil (peringkat 6). Kemenangan Portugal di laga uji coba terbaru, ditambah kekalahan Brasil dari Prancis, menjadi faktor kunci pertukaran posisi kedua tim tersebut.

Beberapa negara juga mencatatkan progres positif di zona 50 besar dunia. Masing-masing Turki yang nangkring di peringkat 22 (naik 3 tingkat), Pantai Gading ranking 34 (naik 3 tingkat), Swedia peringkat 38 (naik 4 tingkat) dan Tunisia di peringkat 44 (naik 3 tingkat).

Baca Juga:  Toni Kroos Sebut Real Madrid Sulit Juara di Musim 2025/2026, Ini Alasannya!

Selain itu, sorotan tertuju pada Bosnia Herzegovina yang melonjak ke peringkat 65 (naik 6 tingkat) usai sukses menggagalkan upaya Italia lolos Piala Dunia 2026 dengan skor meyakinkan lewat babak penalti.

Keberhasilan ini manis karena mereka memastikan diri lolos ke putaran final Piala Dunia tahun ini bersama Swedia, Turki, dan Republik Ceko.

Nasib Kontras Menuju Piala Dunia 2026

Seiring berakhirnya fase kualifikasi Piala Dunia 2026, data FIFA menunjukkan fakta menarik. Dari 30 besar peringkat dunia, hanya ada tiga tim yang dipastikan absen dari putaran final turnamen paling bergengsi tersebut, yakni Italia (peringkat 12), Denmark (20) dan Nigeria (26).

Secara keseluruhan, turnamen yang akan diikuti oleh 48 tim tersebut didominasi oleh negara-negara papan atas, di mana 37 tim di antaranya berasal dari peringkat 50 besar FIFA.

Baca Juga:  Surabaya Jadi Episentrum Socca, Turnamen Perdana Siap Cetak Bibit Atlet Hingga ke Piala Dunia

Di sisi lain, Kosovo (peringkat 78) meski gagal lolos ke Piala Dunia, berhasil mencatatkan sejarah dengan mencapai posisi peringkat tertinggi sepanjang masa mereka.

Bagaimana dengan Indonesia? Tim Nasional Indonesia terpantau masih tertahan di posisi ke-122 dunia dengan koleksi 1144,88 poin.

Catatan poin skuad Garuda dalam periode ini dihasilkan dari ajang FIFA Series, di mana tim asuhan John Herdman memetik kemenangan telak 4-0 atas St Kitts and Nevis, namun harus mengakui keunggulan tipis Bulgaria dengan skor 0-1.

Meski belum mengalami lonjakan peringkat, stabilitas di posisi ini menjadi modal bagi Indonesia untuk terus membenahi performa di level internasional.

Adapun Eritrea (peringkat 184) menjadi berita unik pekan ini setelah kembali masuk ke dalam daftar resmi FIFA setelah absen selama hampir tiga tahun dari kompetisi internasional. (*)

TEMANISHA.COM