Dalam kesempatan itu, Prabowo menekankan tekad pemerintahannya untuk memerangi korupsi serta berbagai bentuk penyalahgunaan wewenang yang merugikan negara. Ia menyebut praktik-praktik tersebut bertentangan dengan nilai moral maupun ajaran agama.
“Memang, kita harus menghilangkan korupsi, penyelewengan, semua praktik-praktik yang tidak benar dan tidak baik yang dilarang oleh semua agama,” katanya.
Prabowo juga menilai bahwa sebuah negara tidak akan mampu berkembang apabila pemerintahnya tidak serius membersihkan diri dari praktik korupsi. Menurutnya, pelajaran tersebut telah dibuktikan oleh sejarah.
“Tidak ada negara yang berhasil manakala pemerintahnya tidak mampu membersihkan diri dari korupsi. Ini ajaran agama dan sejarah,” ujarnya.
Selain itu, Prabowo menyinggung adanya pihak yang berupaya menguras kekayaan Indonesia lalu membawanya ke luar negeri. Ia menilai tindakan tersebut berpotensi membuat rakyat tetap berada dalam kondisi lemah.
“Kita tidak boleh kalah dengan mereka yang ingin mengambil kekayaan rakyat, membawanya ke negara lain, dan memelihara bangsa dan rakyat Indonesia dalam keadaan lemah,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Prabowo meminta doa serta dukungan dari para ulama agar pemerintah dapat terus menjalankan tugas menegakkan keadilan dan kebenaran bagi masyarakat.
“Saya mohon doa terus, saya mohon dukungan. Kita akan menjalankan dan menegakkan kebenaran dan keadilan,” tambahnya. (*)