Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ECONOMY & FINANCE

Prabowo Targetkan 34 Proyek Sampah Jadi Listrik, Berpotensi Hasilkan 452 MW Energi Bersih

×

Prabowo Targetkan 34 Proyek Sampah Jadi Listrik, Berpotensi Hasilkan 452 MW Energi Bersih

Sebarkan artikel ini
Pembangkit listrik tenaga sampah yang ada d Benowo, Surabaya. (Foto: Humas Pemkot Surabaya)
toplegal

TOPMEDIA – Pemerintah akan segera memulai 34 proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste to energy) pada 2026. Proyek ini disebut sebagai langkah strategis untuk mengatasi persoalan sampah yang menumpuk di kota-kota besar sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa proyek waste to energy akan segera ditenderkan.

“Tahun ini, dalam waktu dekat, saya diberi laporan, kita akan mulai 34 proyek waste to energy, yaitu sampah kita ubah, kita bersihkan menjadi listrik,” ujarnya dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin (12/1/2026).

HALAL BERKAH

Prabowo menekankan bahwa persoalan sampah di Indonesia sudah sangat serius dan berpotensi menjadi bencana jika tidak segera ditangani.

Baca Juga:  Tak Hanya Tingkatkan Kesejahteraan, Program Transmigrasi Juga untuk Bangun Kawasan Ekonomi Terintegrasi

“Ini sangat penting karena kita butuh sekarang membersihkan sampah kita dari kota-kota kita. Sampah itu sudah menumpuk luar biasa. Ini sudah akan menjadi bencana. Belasan tahun tidak bisa kita wujudkan proyek sampah yang baik,” terangnya.

Menurut data Kementerian ESDM, Indonesia menghasilkan sekitar 33,8 juta ton sampah perkotaan per tahun.

Dari jumlah tersebut, pemerintah menargetkan pengolahan sampah menjadi energi dapat menghasilkan 452 megawatt (MW) listrik melalui program pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa).

Saat ini, kapasitas produksi listrik dari sampah masih terbatas, namun dengan 34 proyek baru yang akan dibangun di berbagai kota, potensi energi bersih dari sampah akan meningkat signifikan.

Nilai Ekonomi

Baca Juga:  Akibat Judi Online, Indonesia Rugi Rp 132 Triliun per Tahun

Proyek waste to energy juga memiliki nilai ekonomi besar. Badan Pengelola Investasi Danantara mencatat bahwa pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi di 34 kota membutuhkan investasi sekitar Rp 91 triliun.

Nilai ini mencakup pembangunan stasiun pengolahan sampah dengan kapasitas rata-rata 1.000 ton per hari per kota.

Selain menciptakan energi bersih, proyek ini juga membuka peluang bisnis baru di sektor pengelolaan sampah, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi hijau Indonesia.

Dengan dimulainya 34 proyek waste to energy, Indonesia berpotensi menghasilkan 452 MW listrik dari sampah dengan nilai ekonomi mencapai Rp 91 triliun.

Meski membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk berfungsi penuh, langkah ini menjadi tonggak penting dalam mengatasi persoalan sampah, mendukung transisi energi bersih, dan memperkuat ekonomi hijau nasional. (*)

TEMANISHA.COM