TOPMEDIA – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Pertamina Patra Niaga memperkuat layanan distribusi energi dengan menyiagakan ribuan titik layanan di seluruh Indonesia.
Sebanyak 7.885 SPBU, 6.662 agen LPG, serta fasilitas tambahan di jalur strategis disiapkan untuk menjamin kelancaran pasokan BBM dan LPG selama Ramadan hingga Idulfitri.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung mobilitas masyarakat.
“Modular kita taruh di beberapa titik berdekatan, sehingga jika terjadi lonjakan konsumsi, suplai bisa langsung ditangani tanpa menunggu dari terminal,” ujarnya, Rabu (3/3/2026).
Dari total SPBU yang disiagakan, 2.074 unit beroperasi 24 jam, didukung oleh 6.777 Pertashop di berbagai daerah.
Untuk kebutuhan rumah tangga, Pertamina menyiapkan 6.662 agen LPG, termasuk 6.300 agen siaga 24 jam, serta 757 SPBE dan 223 agen minyak tanah.
Di jalur potensial seperti tol dan wisata, tersedia 96 layanan modular BBM, 62 Kios Pertamina Siaga, dan 41 unit Serambi MyPertamina sebagai tempat istirahat dan ibadah.
Tambahan lainnya meliputi 200 mobil tangki cadangan, layanan motoris BBM, ambulans, porter gratis di bandara, serta layanan towing dan service car gratis.
“Tidak hanya badannya harus sehat, tapi kendaraannya juga harus siap. Maka kami siapkan towing dan service car gratis,” tambah Roberth.
Di tengah fluktuasi harga minyak dunia akibat konflik geopolitik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, pemerintah memastikan bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik hingga Idulfitri 2026.
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah fokus menjaga stabilitas pasokan energi dan sembako.
“Saya pastikan sampai Hari Raya tidak ada kenaikan harga BBM subsidi, meskipun harga minyak dunia naik akibat perang,” katanya di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Pemerintah juga telah menggelar rapat bersama Dewan Energi Nasional untuk mengantisipasi kebutuhan energi. Hasilnya, stok BBM dan LPG dinyatakan aman. “Stok BBM dan LPG menjelang Lebaran insyaallah aman,” ujar Bahlil.
Untuk BBM non-subsidi, penetapan harga tetap mengikuti mekanisme pasar sesuai Permen ESDM Tahun 2022, sehingga dapat menyesuaikan dengan harga minyak global.
Kesiapan Pertamina Patra Niaga dengan ribuan titik layanan energi dipandang sebagai langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi selama arus mudik.
Kehadiran fasilitas tambahan seperti Serambi MyPertamina dan layanan motoris BBM juga menjadi nilai tambah bagi pemudik yang kerap menghadapi kendala di perjalanan.
Di sisi lain, kepastian pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah yang sangat bergantung pada BBM jenis ini.
Stabilitas harga energi di tengah ketegangan geopolitik global menjadi bukti komitmen pemerintah menjaga daya beli masyarakat. (*)



















