TOPMEDIA – Kabar gembira bagi masyarakat yang berencana mudik menggunakan jalur udara pada Lebaran 2026 ini. PT Pertamina (Persero) resmi menebar jaring pengaman untuk menekan melambungnya harga tiket pesawat.
Melalui subholding PT Pertamina Patra Niaga, raksasa energi pelat merah tersebut memberikan diskon harga avtur sebesar 10 persen di puluhan bandara se-Indonesia.
Langkah strategis ini diambil sebagai antisipasi atas tingginya mobilitas masyarakat menjelang Idul Fitri. Kebijakan harga khusus ini diharapkan membantu operasional maskapai penerbangan yang kerap tercekik beban biaya bahan bakar saat periode peak season.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa diskon ini adalah bentuk dukungan konkret Pertamina terhadap upaya pemerintah menjaga stabilitas harga transportasi.
“Penyesuaiannya berupa pemberian diskon sebesar 10 persen untuk harga avtur yang berlaku di 37 bandara seluruh Indonesia,” kata Roberth dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (12/3).
Diskon ini tidak hanya dinikmati di bandara besar di Pulau Jawa, tetapi tersebar merata dari ujung barat hingga timur Nusantara. Dengan kebijakan ini, maskapai diharapkan memiliki ruang efisiensi yang lebih lebar untuk menentukan tarif tiket yang lebih kompetitif bagi pemudik.
Daftar Sebaran Wilayah Diskon Avtur:
- Sumatera: Kualanamu, Minangkabau, Sultan Iskandar Muda, Hang Nadim, Sultan Syarif Kasim II, hingga Sultan Mahmud Badaruddin.
- Jawa & Bali: Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Juanda (Surabaya), Achmad Yani, Kertajati, Adisutjipto, hingga Ngurah Rai.
- Kalimantan & Sulawesi: Sepinggan, Syamsuddin Noor, Supadio, Hasanuddin, dan Sam Ratulangi.
- Indonesia Timur: Pattimura (Ambon), Frans Kaisiepo (Biak), hingga Bandara Sentani (Jayapura).
Tak hanya urusan harga, Pertamina juga menjamin ketahanan stok avtur nasional berada dalam kondisi yang sangat aman, dengan rata-rata ketersediaan lebih dari 30 hari.
Seluruh Aviation Fuel Terminal (AFT) kini telah dalam mode siaga penuh. Tim lapangan dikerahkan untuk menjamin distribusi bahan bakar ke sayap-sayap burung besi tetap lancar tanpa kendala teknis.
“Kami berkomitmen memastikan pasokan energi penerbangan tetap terjaga agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan lancar selama momen kebersamaan Idul Fitri,” pungkas Roberth.
Dengan diskon 10 persen pada komponen biaya transportasi paling krusial (avtur), publik menanti aksi nyata dari operator penerbangan untuk menurunkan harga tiket atau setidaknya tidak mematok tarif batas atas secara ekstrem.
Jika skenario ini berjalan mulus, maka Lebaran 2026 bisa menjadi momen mudik udara yang paling bersahabat bagi kantong masyarakat dalam beberapa tahun terakhir. (*)



















