Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Permintaan Program Makan Bergizi Gratis Dorong Harga Telur Ayam Ras Naik

×

Permintaan Program Makan Bergizi Gratis Dorong Harga Telur Ayam Ras Naik

Sebarkan artikel ini
BPS mencatat harga telur ayam ras naik 0,32 persen pada November 2025 akibat meningkatnya permintaan untuk program makan bergizi gratis. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya kenaikan harga telur ayam ras secara nasional pada November 2025. Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan untuk memenuhi kebutuhan program makan bergizi gratis (MBG) yang tengah digencarkan pemerintah.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa harga rata-rata nasional telur ayam ras naik 0,32 persen dibandingkan Oktober 2025.

HALAL BERKAH

“Telur ayam ras ini menarik, karena yang memberikan kenaikan harga adalah meningkatnya permintaan terhadap kebutuhan komoditas telur ayam ras sebagai salah satu komponen lauk pada menu MBG,” ujarnya di Jakarta, Senin (17/11/2025).

Harga rata-rata nasional tercatat Rp31.646 per kilogram pada minggu kedua November 2025, sementara harga acuan penjualan di tingkat konsumen ditetapkan Rp30.000 per kilogram. BPS mencatat ada 157 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga.

Baca Juga:  Gaya Gibran di Indonesia–Africa CEO Forum, Percaya Diri dan Tetap Ramah

Harga telur ayam ras tertinggi tercatat di Kabupaten Mamberamo Tengah sebesar Rp100 ribu/kg, Kabupaten Puncak Jaya: Rp90 ribu/kg, dan Kabupaten Intan Jaya: Rp90 ribu/kg.

Selain faktor permintaan, kenaikan harga juga dipengaruhi oleh distribusi dan ketersediaan stok di pasar.

“Ini tentunya menjadi peluang baik untuk bisa didorong peluang bisnis, agar peternak lokal dapat memenuhi kebutuhan permintaan yang meningkat,” kata Amalia.

Kenaikan harga telur ayam ras pada November 2025 menunjukkan dampak langsung dari program makan bergizi gratis yang meningkatkan permintaan komoditas tersebut.

Meski menimbulkan tantangan distribusi dan stok, BPS menilai kondisi ini bisa menjadi peluang bagi peternak lokal untuk memperkuat bisnis dan memperluas suplai. (*)

TEMANISHA.COM