TOPMEDIA – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) resmi menurunkan target penjualan mobil nasional tahun 2025.
Semula ditetapkan 900 ribu unit, kini angka tersebut direvisi menjadi 780 ribu unit akibat lemahnya permintaan kendaraan di pasar domestik.
Ketua I Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto, menyebut keputusan ini diambil setelah melalui berbagai perhitungan.
“Iya, proyeksi (penjualan) menjadi 780 ribu unit,” ujarnya dikutip, Selasa (2/12/2025).
Target ini jauh lebih rendah dibandingkan capaian tahun lalu yang mencapai 865 ribu unit.
Mengacu pada data resmi Gaikindo, penjualan mobil periode Januari–Oktober 2025 turun 10,6 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Lima merek besar mengalami penurunan signifikan yakni Honda turun 35,5%, Daihatsu turun 23,5%, Toyota turun 14%, Suzuki turun 8,6%, dan Mitsubishi turun 5,3%.
Sebaliknya, merek baru asal China justru mencatat lonjakan penjualan. BYD naik 178,2%, Denza melesat 651,1%, Chery tumbuh 142,7%, GWM naik 94,6%, BAIC meningkat 167,8%, Scania 32,4%, dan Volkswagen 193,2%.
Jongkie berharap tren penurunan ini tidak berlanjut. “Kami berharap permintaan kendaraan bisa kembali meningkat pada 2026. Industri otomotif harus tetap optimis meski menghadapi tantangan besar,” tegasnya.
Revisi target penjualan mobil oleh Gaikindo menjadi 780 ribu unit menegaskan kondisi pasar otomotif Indonesia yang sedang melemah.
Meski merek besar mengalami penurunan, merek baru asal China justru menunjukkan pertumbuhan pesat.
Ke depan, pelaku industri berharap adanya pemulihan permintaan agar pasar otomotif nasional kembali bergairah pada 2026. (*)



















