Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Peringatan Hari Ibu: Khofifah Minta Lindungi Perempuan dan Kuatkan Fondasi Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045

×

Peringatan Hari Ibu: Khofifah Minta Lindungi Perempuan dan Kuatkan Fondasi Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini
toplegal

TOPMEDIA — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa masa depan bangsa sangat ditentukan oleh sejauh mana negara dan masyarakat mampu melindungi serta memberdayakan perempuan.

Menurutnya, perempuan yang berdaya akan melahirkan keluarga yang kuat, masyarakat yang tangguh, dan pembangunan yang berkelanjutan.

HALAL BERKAH

“Pemberdayaan perempuan harus menjadi arus utama dalam setiap kebijakan pembangunan,” kata Khofifah dalam keterangannya di Surabaya, Senin (22/12), bertepatan dengan Peringatan Hari Ibu Nasional.

Khofifah memaknai Hari Ibu bukan sekadar peringatan simbolik, melainkan momentum untuk meneguhkan peran multidimensi perempuan.

“Perempuan tidak hanya berperan sebagai ibu dalam keluarga, tetapi juga sebagai penggerak pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, budaya, hingga pembangunan nasional,” katanya.

Tahun ini, Peringatan Hari Ibu mengusung tema “Perempuan Berkarya dan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045”.

Baca Juga:  Lebih Cepat Dari Target, Jalur Gumitir Jember-Banyuwangi Sudah Dibuka Kembali

Tema tersebut, menurut Khofifah, menegaskan pentingnya peran strategis perempuan dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing di masa depan.

Ia menilai kualitas generasi mendatang sangat ditentukan oleh sejauh mana perempuan mendapatkan akses yang setara terhadap pendidikan, layanan kesehatan, kesempatan ekonomi, serta ruang kepemimpinan dan pengambilan keputusan.

“Perempuan yang berdaya tercermin dari peran aktif mereka di berbagai lapisan masyarakat, mulai dari menjadi inspirasi bagi generasi muda, pendorong perubahan sosial, hingga penggerak ekonomi,” kata Khofifah.

Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu juga menyoroti kemampuan multitasking yang kerap dimiliki perempuan.

Kemampuan ini, menurutnya, berkontribusi besar dalam mendorong perubahan sosial, mempromosikan kesetaraan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Baca Juga:  Gunung Semeru Erupsi, Status Naik ke Level Awas, Warga Diminta Siaga Lahar dan Awan Panas

“Perempuan sering memiliki kemampuan analitis yang baik, empati yang kuat, dan kepekaan sosial. Kombinasi ini membuat mereka efektif dalam mengambil keputusan yang berdampak pada keluarga, komunitas, maupun organisasi,” ujarnya.

Khofifah juga menyinggung peran perempuan sebagai ibu, pendamping keluarga, sekaligus profesional di dunia kerja, terutama bagi para ibu bekerja atau working mom.

Ia menekankan pentingnya dukungan lingkungan dan kebijakan yang ramah perempuan agar peran ganda tersebut dapat dijalani secara seimbang.

Di Jawa Timur, pemerintah provinsi terus memperkuat berbagai program strategis pemberdayaan perempuan. Program tersebut antara lain peningkatan kapasitas UMKM perempuan, penguatan perlindungan ibu dan anak, pengembangan literasi digital, serta peningkatan partisipasi perempuan dalam politik dan kepemimpinan publik.

Baca Juga:  Terduga Ijazah Palsu, Wagub Bangka Belitung Diperiksa

“Perempuan Jawa Timur telah terbukti menjadi pilar penting dalam menjaga ketahanan keluarga dan ekonomi daerah, terutama di tengah berbagai tantangan global,” tutur Khofifah.

Ia menegaskan, peringatan Hari Ibu tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan. Lebih dari itu, momen ini harus menjadi refleksi bersama untuk membangun lingkungan yang adil, inklusif, dan ramah bagi perempuan.

“Semangat Hari Ibu adalah semangat perjuangan dan pengabdian. Mari kita perkuat komitmen bersama untuk menghadirkan kebijakan dan tindakan nyata yang berpihak pada perempuan demi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Khofifah. (*)

TEMANISHA.COM