TOPMEDIA – Setiap Ramadan dan menjelang Lebaran, ada tradisi bagi-bagi uang baru kepada saudara, tetangga, dan kerabat. Tradisi tersebut mendorong permintaan uang pecahan baru.
Oleh sebab itu, Bank Indonesia (BI) Jawa Timur menyiapkan uang layak edar (ULE) sebesar Rp 24,6 triliun. Jumlah ini meningkat 5,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 23,3 triliun.
Kenaikan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif menghadapi lonjakan kebutuhan uang tunai di tengah meningkatnya konsumsi dan mobilitas masyarakat.
Kepala Perwakilan BI Jatim, Ibrahim, menegaskan bahwa penyediaan uang layak edar merupakan komitmen BI untuk menjaga ketersediaan rupiah berkualitas.
“Sebagai wujud komitmen Bank Indonesia untuk memenuhi ketersediaan uang rupiah yang berkualitas dan terpercaya bagi masyarakat, kami mempersiapkan ULE sebesar Rp24,6 triliun untuk Ramadan dan Idulfitri 1447 H di Jawa Timur,” ujarnya, Jumat (20/2).
Ibrahim menambahkan, proyeksi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan aktivitas masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri menjadi dasar penambahan jumlah uang yang disiapkan.
“Antisipasi kenaikan jumlah ULE mempertimbangkan peningkatan mobilitas masyarakat serta konsumsi yang meningkat,” jelasnya.
Layanan Penukaran Uang
Untuk memastikan distribusi berjalan optimal, BI membuka berbagai kanal layanan penukaran uang:
– Mobil Kas Keliling: tersedia 19 Februari–13 Maret 2026 di titik strategis seperti rumah ibadah, pusat keramaian, dan jalur mudik.
– 240 Titik Penukaran: dibuka 24 Februari–15 Maret 2026 di 38 kabupaten/kota Jawa Timur, termasuk Malang, Kediri, dan Jember.
– Penukaran Terpusat: digelar 7 Maret 2026 di Ciputra World Surabaya dan 8 Maret 2026 di Grand City Convention and Exhibition.
Masyarakat diimbau melakukan pendaftaran melalui aplikasi PINTAR di laman pintar.bi.go.id untuk memastikan kuota penukaran. BI menegaskan seluruh layanan resmi tidak dipungut biaya.
Selain menyiapkan uang tunai, BI juga mendorong masyarakat memanfaatkan transaksi non-tunai melalui QRIS, BI-FAST, uang elektronik, dan digital banking dengan prinsip cepat, mudah, murah, aman, dan handal (CeMuMuAH).
Ibrahim menekankan pentingnya edukasi masyarakat terkait keamanan uang rupiah. “Kami mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prinsip 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) guna menghindari peredaran uang palsu serta menumbuhkan semangat Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah,” katanya. (*)



















