Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa berdasarkan data penjualan tiket hingga Sabtu (21/2) pukul 12.00 WIB, sebanyak 7.800 tiket kereta api untuk keberangkatan dari Stasiun Bojonegoro telah terjual.
Dari seluruh jadwal yang tersedia, keberangkatan pada 24 Maret 2026 menjadi yang paling diminati dengan total penjualan mencapai 932 tiket.
Menurut Mahendro, tingginya angka penjualan tersebut menegaskan posisi strategis Stasiun Bojonegoro sebagai salah satu akses utama mobilitas masyarakat di wilayah Pantura Jawa Timur, khususnya menjelang arus mudik Lebaran.
Selama masa Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung mulai 11 Maret hingga 1 April 2026, Stasiun Bojonegoro dijadwalkan melayani sebanyak 34 perjalanan kereta api jarak jauh setiap harinya.
Rinciannya terdiri atas 30 perjalanan kereta api reguler serta empat perjalanan kereta api tambahan yang disiapkan guna mengantisipasi lonjakan penumpang.
KAI Daop 8 Surabaya juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan sejak dini agar dapat memperoleh jadwal dan relasi perjalanan sesuai kebutuhan.
Pembelian tiket disarankan dilakukan melalui kanal resmi, seperti aplikasi Access by KAI, situs resmi kai.id, maupun mitra penjualan resmi yang telah bekerja sama dengan KAI.
Langkah tersebut penting untuk memastikan keamanan transaksi sekaligus memberikan kemudahan layanan bagi calon penumpang selama periode mudik Lebaran.
Dengan perencanaan perjalanan yang matang, diharapkan mobilitas masyarakat dapat berlangsung lebih tertib, nyaman, dan lancar sepanjang masa Angkutan Lebaran 2026.