Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Pemkot Surabaya Kerahkan 9 Tim Satgas Penanganan Jalan Berlubang, Siaga 24 Jam dengan Anggaran Rp40 M

×

Pemkot Surabaya Kerahkan 9 Tim Satgas Penanganan Jalan Berlubang, Siaga 24 Jam dengan Anggaran Rp40 M

Sebarkan artikel ini
Satgas penanganan jalan berlubang sedang melakukan penambalan jalan di Surabaya. (Foto: Dok. Pemkot Surabaya)
toplegal

TOPMEDIA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengerahkan sembilan tim Satuan Tugas (Satgas) perbaikan jalan untuk mempercepat penanganan jalan berlubang di Kota Pahlawan. Tim ini mampu menghabiskan hingga 60 ton aspal hotmix per hari untuk menambal jalan berlubang.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menegaskan bahwa komitmen percepatan perbaikan jalan tetap menjadi prioritas utama. Pemkot menyiapkan anggaran pemeliharaan rutin jalan sekitar Rp40 miliar pada tahun ini dari APBD Surabaya.

HALAL BERKAH

Selain mengandalkan patroli rutin dari tim satgas tersebut, pemkot juga membuka berbagai kanal pengaduan masyarakat untuk memastikan setiap laporan segera ditindaklanjuti.

“Jadi di Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) itu juga punya Satgas Khusus untuk perbaikan jalan, sama seperti di Satgas Drainase. Sehingga setiap ada laporan atau temuan di lapangan, tim bisa langsung bergerak cepat tanpa harus menunggu lama,” kata Syamsul dalam keterangan yang diterima dari Pemkot Surabaya, Minggu (22/2/2026).

Ia menuturkan bahwa satgas perbaikan jalan tersebut terdiri dari sembilan tim yang terbagi dalam lima rayon. Mereka setiap hari berkeliling untuk memantau kondisi jalan di seluruh wilayah Kota Pahlawan.

Baca Juga:  Tak Ada Tanda Kehidupan, Keluarga Santri Izinkan Alat Berat Bersihkan Reruntuhan

“Kalau ada jalan berlubang itu dilaporkan, kemudian langsung ditindaklanjuti. Itu untuk percepatan perbaikan jalan, supaya masyarakat tidak terlalu lama terganggu aktivitasnya,” tegasnya.

Selain patroli rutin, Syamsul menyebut satgas juga aktif menerima laporan dari masyarakat melalui berbagai kanal resmi yang telah disediakan Pemkot Surabaya. “Satgas tidak hanya menunggu laporan, tetapi juga memantau informasi yang berkembang di masyarakat,” katanya.

Dari sisi anggaran, Syamsul memastikan pemeliharaan rutin jalan tahun ini dalam kondisi aman dengan alokasi yang relatif sama seperti tahun sebelumnya. Ia menyebut bahwa anggaran pemeliharaan rutin jalan tahun ini sekitar Rp40 miliar, hampir sama dengan tahun sebelumnya.

“Jadi di samping pembangunan (jalan), kita juga ada pemeliharaan,” ungkap mantan Kepala DSDABM Kota Surabaya ini.

Hal senada disampaikan Kepala DSDABM Kota Surabaya, Hidayat Syah. Ia memastikan respons tim di lapangan dilakukan secepat mungkin tanpa harus menunggu batas waktu 1×24 jam. “Yang pasti kami langsung turun. Jadi begitu ada laporan atau temuan, tim segera kami arahkan ke lokasi agar kerusakan jalan tidak semakin melebar dan membahayakan pengguna jalan,” ujar Hidayat.

Baca Juga:  DBL Indonesia Jadi Ajang Promosi dan Pemberdayaan UMKM Surabaya

Ia juga menjelaskan bahwa jumlah tim Satgas telah ditingkatkan untuk memperkuat respons cepat. Termasuk pembentukan Unit Reaksi Cepat (URC) dan tambahan tim malam hari, terutama selama Ramadan.

“Awalnya memang dari lima tim, kita tingkatkan jadi delapan, plus dengan satu yang untuk URC, jadi sembilan tim. Terus untuk malam hari kami siapkan ada tiga tim. Karena Ramadan ini kan banyak kegiatan, biasanya aktivitas malam juga tambah banyak, jadi kita fokus ke situ supaya pelayanan tetap maksimal,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DSDABM Kota Surabaya, Dedy Purwito, menjelaskan bahwa setiap tim telah dilengkapi armada dan peralatan lengkap untuk mendukung pekerjaan di lapangan.

“Jadi dalam sehari kita bisa menghabiskan 50-60 ton hotmix. Jadi dari sembilan satgas tadi itu mereka ada armada truk untuk mengangkut hotmixnya, sehingga distribusi material ke titik-titik perbaikan bisa cepat,” kata Dedy.

Baca Juga:  Puncak Musim Hujan, Percepat Overlay Jalan Rawan Genangan

Ia memaparkan bahwa selain truk pengangkut hotmix, setiap tim Satgas juga dilengkapi kendaraan pickup serta peralatan pemadatan seperti stamper dan roller.

“Jadi masing-masing tim itu bisa membawa delapan sampai sembilan ton hotmix di masing-masing truk. Jadi totalnya kurang lebih sehari bisa 60 ton untuk perbaikan jalan-jalan yang berlubang, tergantung tingkat kerusakannya,” jelasnya

Meski demikian, pihaknya juga membutuhkan dukungan masyarakat agar perbaikan jalan bisa segera direspons dengan cepat. Karenanya, ia mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif melaporkan kerusakan jalan melalui berbagai kanal resmi Pemkot Surabaya.

“Kami harapkan juga partisipasi warga untuk memberikan laporan kaitan dengan jalan-jalan yang rusak atau berlubang. Partisipasi warga bisa melalui aplikasi WargaKu, atau juga telepon ke 112, sehingga kami bisa segera menurunkan tim ke lokasi,” pungkasnya. (*)

TEMANISHA.COM