Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Pemkot Surabaya Kebut Penyelesaian DTSEN, Tuntaskan 181.867 KK

×

Pemkot Surabaya Kebut Penyelesaian DTSEN, Tuntaskan 181.867 KK

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Surabaya, Eddy Christijanto. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Pemkot Surabaya percepat penyelesaian pendataan DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional) dengan target penuntasan 181.867 Kartu Keluarga (KK) pada akhir Maret 2026.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah melakukan survei di kawasan perumahan elite atau cluster premium yang selama ini cenderung tertutup.

HALAL BERKAH

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya, Eddy Christijanto, menyatakan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam pendataan di area tersebut.

Untuk membuka akses perumahan mewah, Pemkot melakukan pendekatan dengan tiga pilar kecamatan yaitu camat, kapolsek, dan Danramil, serta berkoordinasi dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) yang memiliki hubungan dengan pengembang.

Baca Juga:  Tolak MBG, Sekolah di Pamekasan Justru Buktikan Program Makan Mandiri Lebih Unggul

“Kami terus melakukan edukasi dan upaya bersama tiga pilar agar mereka yang tinggal di perumahan elite bisa membuka diri untuk disurvei dan melengkapi DTSEN,” ujar Eddy.

Ia mengimbau warga yang merasa belum disurvei untuk melakukan konfirmasi mandiri sebelum batas waktu.

Proses bisa dilakukan melalui dua cara, yakni melalui laman resmi surabaya.go.id dengan memasukkan NIK, tanggal lahir, dan alamat domisili.

Kedua dengan mendatangi kantor kelurahan setempat secara langsung. Menurutnya, konfirmasi ini bertujuan agar warga mendapatkan intervensi yang tepat.

“Setelah warga mengisi data, dalam waktu maksimal satu minggu tim surveyor akan menghubungi nomor handphone yang didaftarkan untuk melakukan survei ulang ke lokasi domisili mereka,” jelasnya.

Baca Juga:  Jelang Ramadan–Idulfitri 2026 Perkuat Pasar Murah dan GPM

Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, mengapresiasi langkah cepat Pemkot yang menyediakan layanan online sebagai upaya jemput bola.

Namun, ia menekankan pentingnya melibatkan asosiasi seperti Real Estate Indonesia (REI) dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) untuk menjembatani tim survei dengan pengelola perumahan.

“Kemarin kami menjumpai fenomena di mana pengelola perumahan cluster menutup diri. Tapi setelah kita edukasi, akhirnya mereka membuka pintu seluas-luasnya,” ujar Yona.

Menurutnya, survei DTSEN tidak hanya diperuntukan bagi warga prasejahtera, melainkan juga warga di cluster premium karena data tersebut diperlukan untuk berbagai urusan privat dan layanan publik.

“DTSEN diperlukan untuk berbagai urusan privat, termasuk administrasi perbankan dan layanan publik lainnya. Semua warga tanpa memandang status ekonomi wajib terdata agar database kota akurat,” tegasnya.

Baca Juga:  BMKG Prediksi Hujan Turun di Hampir Seluruh Wilayah saat Perayaan Imlek 2026

Sampai saat ini, Pemkot Surabaya telah menyelesaikan pendataan DTSEN kepada 1.026.192 KK atau sekitar 83 persen dari total sasaran, sedangkan 17 persen lainnya masih dalam proses konfirmasi dan percepatan. (*)

TEMANISHA.COM