Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Pemerintah Targetkan Swasembada Solar pada 2026, Bensin pada 2029

×

Pemerintah Targetkan Swasembada Solar pada 2026, Bensin pada 2029

Sebarkan artikel ini
toplegal

TOPMEDIA – Visi swasembada energi yang diusung Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar isapan jempol. Pada 2026, pemerintah bertekad mewujudkan swasembada solar dengan menyetop solar impor. Langkah ini diikuti dengan swasembada bensin pada 2029. Keberhasilan swasembada energi ini diprediksi akan menyelamatkan devisa negara hingga ratusan triliun rupiah per tahun.

Kunci utama kemandirian solar nasional ini terletak pada mega proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Proyek Strategis Nasional (PSN) senilai USD 7,4 miliar atau setara Rp126 triliun ini digadang-gadang menjadi mesin produksi BBM utama Indonesia.

HALAL BERKAH

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan optimismenya. Ia menyatakan jika kilang Balikpapan beroperasi penuh, maka Indonesia diprediksi bakal mengalami surplus solar hingga 4 juta kiloliter.

Baca Juga:  Skema Pemberian Subsidi BBM, LPG, dan Listrik Bakal Berbasis DTSEN

“Agenda kami di 2026 itu tidak ada impor solar lagi. Jika Maret sudah full operasi, mungkin hanya di awal tahun saja kita impor sedikit untuk stok. Setelah itu, kita surplus,” tegas Bahlil.

Bahkan tak hanya kuantitas, kualitas pun dikejar. Bahlil mengatakan jika pemerintah tengah menyiapkan peta jalan (road map) agar solar nasional naik kelas menuju standar Euro 5.

Bukan tanpa alasan pemerintah ngotot mengejar swasembada energi. Saat ini, “kebocoran” APBN untuk menambal impor BBM mencapai angka fantastis, yakni Rp520 triliun per tahun. Dana jumbo inilah yang ingin dikembalikan ke rakyat.

Prabowo memproyeksikan, penghematan dari penghentian impor ini bisa dialihkan untuk pembangunan daerah. Skemanya setiap kabupaten/kota berpotensi menerima kucuran anggaran hingga Rp1 triliun per tahun jika swasembada energi tercapai.

Baca Juga:  Ruben Amorim Sindir Keras Skuat Manchester United Usai Dipermalukan Grimsby Town

“Bayangkan berapa ratus triliun yang bisa kita hemat. Uang itu bisa digunakan agar daerah bisa berdiri di atas kakinya sendiri,” tutur Presiden Prabowo saat memberi arahan di Istana Negara belum lama ini.

Untuk menyetop impor bensin pada 2029, pemerintah bakal mengandalkan strategi campuran etanol. Dalam visi ini, Papua ditempatkan sebagai garda terdepan. Bumi Cendrawasih dinilai memiliki potensi lahan yang luar biasa untuk pengembangan komoditas tebu, singkong (cassava), hingga kelapa sawit sebagai bahan baku bioenergi.

Strategi ini, menurut Presiden, ibarat “sekali mendayung, dua pulau terlampaui”. Indonesia tidak hanya akan mandiri di sektor energi, tetapi juga memperkuat kedaulatan pangan. Dengan pemanfaatan tenaga surya dan air yang melimpah, Indonesia bersiap menutup buku sejarah sebagai negara pengimpor BBM dan memulai babak baru sebagai pemain utama energi hijau dunia. (*)

TEMANISHA.COM