TOPMEDIA – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 jadi momentum emas bagi pelaku wirausaha. Di moment ini biasanya aktivitas konsumsi masyarakat Indonesia diprediksi melonjak signifikan.
Sebenarnya bukan hanya bagi pelaku wirausaha, tapi moment nataru menjadi peak season bagi banyak industri dan usaha.
Tradisi mudik, liburan keluarga, pesta akhir tahun, hingga kebiasaan berbagi hampers membuat sejumlah sektor wirausaha bersiap menghadapi “musim cuan” yang datang setiap akhir tahun.
Analisis menunjukkan bahwa pariwisata, food & beverage (F&B), logistik, serta bisnis musiman seperti hampers, kue kering, dan jasa dekorasi akan menjadi primadona di periode Nataru.
1. Pariwisata dan Hospitality
Libur panjang akhir tahun selalu identik dengan lonjakan wisatawan. Destinasi populer seperti Bali, Yogyakarta, Bandung, dan Malang diprediksi penuh dengan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Hotel, villa, dan homestay mengalami tingkat okupansi tinggi, sementara agen perjalanan dan penyedia transportasi darat maupun udara meraup keuntungan dari peningkatan mobilitas.
Direktur SDM & Digital InJourney, Herdy Herman, menyebut momentum Nataru sebagai periode emas bagi sektor pariwisata.
“Melayani sepenuh hati bukan hanya tagline. Ini pendekatan bisnis yang kami terapkan untuk memastikan wisatawan mendapat pengalaman terbaik di akhir tahun,” ujarnya.
2. Food & Beverage (F&B)
Bisnis kuliner menjadi sektor yang paling stabil dan selalu naik saat liburan. Permintaan terhadap kue kering, cake, minuman hangat, hingga makanan khas liburan meningkat tajam.
Banyak keluarga memilih hampers makanan sebagai hadiah, sehingga usaha bakery, katering, dan restoran berpotensi meraih keuntungan besar.
Selain itu, tren kuliner tematik Natal dan Tahun Baru seperti menu berbasis cokelat, kopi spesial, dan makanan tradisional daerah juga semakin diminati. Restoran yang menawarkan paket keluarga atau pesta akhir tahun diprediksi mengalami lonjakan reservasi.
3. Logistik dan E-Commerce
Peningkatan belanja online menjelang akhir tahun membuat sektor logistik ikut terdongkrak. Perusahaan ekspedisi dan kurir diprediksi mengalami lonjakan permintaan, terutama untuk pengiriman hampers, kado, dan barang konsumsi.
Data dari asosiasi logistik menunjukkan bahwa volume pengiriman pada periode Nataru bisa naik hingga 30–40 persen dibanding bulan biasa.
Hal ini membuka peluang besar bagi wirausaha lokal yang bergerak di bidang jasa pengiriman cepat, terutama di kota-kota besar.
4. Bisnis Musiman
Selain sektor utama, bisnis musiman seperti jasa dekorasi Natal, penjualan merchandise, fotografi bertema liburan, hingga jasa pembungkus kado juga menjadi peluang cuan.
Tren ini semakin populer di kalangan anak muda yang mencari pengalaman unik dan konten media sosial.
Produk kreatif seperti ornamen Natal handmade, lilin aromaterapi, hingga paket dekorasi rumah menjadi incaran konsumen yang ingin merayakan liburan dengan nuansa berbeda.
Ekonom Universitas Indonesia, Faisal Basri, menilai momentum akhir tahun selalu menjadi pendorong konsumsi rumah tangga.
“Natal dan Tahun Baru adalah periode di mana masyarakat cenderung meningkatkan pengeluaran untuk liburan, makanan, dan hadiah. Pelaku usaha yang mampu membaca tren ini akan meraih keuntungan signifikan,” katanya.
Libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 dipastikan menjadi musim cuan bagi pelaku wirausaha. Sektor pariwisata, kuliner, logistik, dan bisnis musiman akan mengalami lonjakan permintaan seiring meningkatnya mobilitas dan daya beli masyarakat.
Bagi pelaku usaha, momentum ini adalah kesempatan emas untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperkuat brand di tengah persaingan pasar akhir tahun.
Dengan strategi pemasaran yang tepat, inovasi produk, serta layanan yang responsif, wirausaha lokal dapat menjadikan periode Nataru sebagai titik balik pertumbuhan bisnis mereka. (*)



















