Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ECONOMY & FINANCE

Pasar Bergeser ke EV, Dealer Jepang Mulai Tersisih oleh Merek China

×

Pasar Bergeser ke EV, Dealer Jepang Mulai Tersisih oleh Merek China

Sebarkan artikel ini
toplegal

TOPMEDIA – Persaingan industri otomotif di Indonesia semakin memanas. Sejumlah diler mobil merek Jepang mulai terdampak derasnya ekspansi pabrikan asal China yang kini semakin agresif menawarkan kendaraan, terutama di segmen mobil listrik.

Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa produsen otomotif Jepang harus segera beradaptasi dengan perubahan kebutuhan pasar. Menurutnya, perkembangan industri saat ini sangat ditentukan oleh selera konsumen yang terus bergeser.

HALAL BERKAH

Ia menyebut, merek Jepang tidak bisa lagi hanya mengandalkan kekuatan nama besar, tetapi harus mampu membaca arah pasar yang kini mulai condong ke kendaraan ramah lingkungan. Pemerintah sendiri disebut tengah mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia.

Baca Juga:  Rasio Utang RI Bengkak Capai 40 Persen, Purbaya: Masih Aman Dibanding Malaysia dan Singapura

Agus menilai peralihan menuju kendaraan listrik menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Selain itu, dinamika global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah, menjadi pengingat pentingnya memperkuat ketahanan energi nasional.

Pemerintah, kata dia, telah memberikan arahan agar transformasi ke kendaraan listrik dilakukan lebih cepat. Tidak hanya untuk mobil penumpang, kebijakan tersebut juga mencakup motor, truk, hingga bus.

Di tengah ketatnya persaingan tersebut, salah satu diler PT Honda Prospect Motor di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dikabarkan tutup. Melalui unggahan di media sosial, pihak diler menyampaikan pamit dan ucapan terima kasih kepada para pelanggan yang selama ini memberikan kepercayaan.

Baca Juga:  Ekspor Melemah, Defisit Neraca Perdagangan Jawa Timur Capai USD 1,17 Miliar

Penutupan ini dinilai menjadi sinyal bahwa persaingan merek Jepang dan China di pasar otomotif nasional semakin sulit dihindari, terutama di era percepatan kendaraan listrik. (*)

TEMANISHA.COM